Sistem Informasi Terpadu Koneksikan RSUD SMC Dengan Puskesmas

Selasa, 08 Oktober 2019 08:28 D. Farhan Kamil Daerah

Sistem Informasi Terpadu Koneksikan RSUD SMC Dengan Puskesmas


Koropak.co.id - Penerapan sistem informasi terpadu (SIT) di RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya, merupakan komitmen bersama antara pemerintah daerah sebagai owner dan seluruh jajaran manajemen beserta insan RSUD SMC untuk terus meningkatkan profesionalismenya, dalam rangka melayani dan memberikan kepuasan kepada masyarakat.

"Saat ini saya menyaksikan loncatan-loncatan positif yang dilakukan pihak SMC, salah-satunya dengan penerapan SIT. Melalui sistem ini pula, puskesmas-puskesmas terkoneksi langsung dengan SMC sehingga cukup dengan memperhatikan monitor, puskesmas dapat mempertimbangkan apakah merujuk pasien ke SMC atau tidak," tutur Dewan Pengawas RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, Asep Nurjaeni kepada Koropak, Senin (7/10/2019).

Dengan sistem ini, kata Asep, masyarakat juga akan mengetahui secara riil ketersediaan fasilitas ruang di SMC, sehingga masyarakat tidak memaksakan kehendaknya untuk tetap dirawat ketika memang kondisinya sudah penuh.

"Ada beberapa kasus terjadi di RSUD SMC. Sejumlah pasien yang datang merasa kecewa akibat kehabisan blangkar. Atau ada pasien terpaksa harus menunggu lama di ruang IGD tanpa tindakan medis lebih lanjut, karena ruang rawat inap sudah terisi penuh. Itu semua kini dapat terurai dengan adanya penerapan SIT," kata Asep.

 

Koropak.co.id - Sistem Informasi Terpadu Koneksikan RSUD SMC Dengan Puskesmas (2)

 

Baca : Bupati Pantau Gerak Gerik RSUD SMC Secara Digital

 

Manfaat lain dari penerapan SIT ini, ucap Asep, terputusnya praktik percaloan yang selama ini kerap terjadi di lingkungan rumah sakit. Ada pihak yang sanggup menyelesaikan administrasi dan menyediakan ruangan kepada pasien yang ujung-ujungnya mengarah ke permintaan rupiah. Tetapi faktanya kadang tidak semulus apa yang diupayakan calo, sedangkan pasien sudah datang ke SMC dan menyiapkan sejumlah uang untuk membayar calo tersebut.

Di samping penerapan SIT, tutur Asep, pemerintah juga telah melakukan tahapan optimalisasi peningkatan sejumlah puskesmas di wilayah pinggiran Kabupaten Tasikmalaya, yang jauh dari SMC. Hal itu dilakukan agar puskesmas tersebut mampu melayani masyarakat secara maksimal sesuai standar operasional pelayanan.

 

Baca : Pertama di Priangan Timur, RSUD SMC Kini Punya Klinik TB MDR

Lebih lanjut Asep menyebutkan, tantangan SMC yang harus terus diantisipasi ke depan adalah masih banyak pasien non peserta BPJS, yang datang kemudian dirawat dan BPJS-nya mendadak diurus.

"Kondisi seperti ini tentu saja menyulitkan pihak SMC. Di satu sisi harus melayani dan di sisi lain si pasien dari kalangan warga miskin ini tidak memiliki jaminan kesehatan, padahal SMC masih memiliki keterbatasan dari sisi finansial, apalagi masih besarnya angka tunggakan pemerintah terhadap SMC dari tahun ke tahun atas tagihan perawatan warga miskin.

"Ke depan, saya berharap pihak pemerintah daerah menyiapkan safety money atau kas cadangan khusus untuk pasien dari kalangan warga miskin," ujarnya.*

 

Baca pula : RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya Tetap Terpercaya dan Profesional

 


Berita Terkait