Korupsi Dana Bos, Seorang PNS Dikirim Ke Rutan Kebonwaru

Kamis, 10 Oktober 2019 20:11 D. Farhan Kamil Daerah

Korupsi Dana Bos, Seorang PNS Dikirim Ke Rutan Kebonwaru

 

Koropak.co.id - Setelah dinyatakan P21, berkas perkara termasuk tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di UPTD Pendidikan Kecamatan Salawu, dilimpahkan Polres Tasikmalaya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (10/10/2019) siang.

"Hari ini kita limpahkan berkas perkara termasuk tersangkanya ke pihak kejaksaan," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo De Cuellar Tarigan.

Kasus korupsi yang mulai disidik aparat penegak hukum sejak Mei 2018 lalu itu, berawal dari penangkapan AG oleh aparat Polres Tasikmalaya di salah satu tempat di wilayah Kota Tasikmalaya.

Dalam penangkapan tersebut, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Tasikmalaya, berhasil mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berstatus PNS itu, berupa uang segar sebanyak Rp 145.851.000 yang disimpan dalam sebuah tas dan diduga didapatkan dari dana BOS yang ditarik melalui sejumlah kepala SD Negeri/bendahara sekolah.

Polisi kemudian menemukan kembali sejumlah barang bukti yang lebih besar di kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Salawu berupa uang sebesar Rp 659.401.000 yang disimpan dalam tas ransel berwarna biru muda.

 

 Koropak.co.id - Korupsi Dana Bos, Seorang PNS Dikirim Ke Rutan Kebonwaru (2)

 

Dari hasil pemeriksaan terhadap AG saat itu, penyidik Polres Tasikmalaya mengendus adanya aliran dana sekitar Rp 200 juta, yang dipungut dari sedikitnya 34 SD Negeri di wilayah Kecamatan Salawu.

Atas perbuatan AG, penyidik Polres Tasikmalaya mencatat ada kerugiaan negara sebesar Rp 1.062.587.125.

Modus yang digunakan pelaku, ada dua cara yang dilakukan. Yang pertama dengan memunculkan kembali kegiatan-kegiatan yang sebetulnya telah didanai oleh pemerintah pusat, seperti honor pengawas. Cara kedua adalah kegiatan inisiatif oknum UPTD yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis BOS triwulan II tahun 2018. Seperti pengadaan jam dinding, timbangan dan alat peraga pendidikan lainnya. Total jumlah kegiatan inisiatif tersebut mencapai 40 kegiatan.

Dari pantauan Koropak, dengan mengenakan baju kemeja tangan pendek warna hijau tua motif putih putih, dan memakai topi serta masker, AG didampingi pengacara/kuasa hukum (Bambang Lesmana, cs) dan anggota penyidik Reskrim Polres Tasikmalaya menuju mobil tahanan Polres Tasikmalaya menuju kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.

Setibanya di kejaksaan, AG kemudian dikirim ke RSUD SMC untuk diperiksa kesehatan. Selanjutnya diberangkatkan ke Kebonwaru Bandung menggunakan mobil tahanan Kejari Kabupaten Tasikmalaya.*


Baca : Terduga Kasus Korupsi Dana Bos Siap Dilimpah Ke Kejari

 


Berita Terkait