Pengacara Minta Barang Bukti Uang Dikembalikan Ke Sekolah

Kamis, 10 Oktober 2019 20:30 D. Farhan Kamil Daerah

Pengacara Minta Barang Bukti Uang Dikembalikan Ke Sekolah

 

Koropak.co.id - Pengacara/kuasa hukum AG sebagai tersangka kasus korupsi dana BOS triwulan II tahun 2018 di UPTD Pendidikan Kecamatan Salawu, Bambang Lesmana Cs meminta kepada tim penyidik yang memeriksa kliennya itu, untuk mengembalikan sedikitnya Rp 800 juta yang disita tim sebagai barang bukti.

"Kan ceritanya sudah jelas. Hasil audit pihak Inspektorat menyebutkan bahwa kerugian negaranya sebesar Rp 50 juta. Sedangkan uang yang disita dan menjadi barang bukti dalam kasus yang semula disebut OTT itu, mencapai Rp 800 jutaan. Padahal uang yang belum jelas peruntukannya itu pun berada di kantor alias tidak berada di tangan pelaku ," kata Bambang dalam konferensi pers di hadapan wartawan, Kamis (10/10/2019).

Ia khawatir dengan disitanya uang tersebut yang ketika disita belum jelas peruntukannya itu, justru menimbulkan permasalahan hukum lain di kemudian hari. Sebab uang itu bukan milik AG, tetapi milik sekolah-sekolah yang harus dibayarkan ke pihak perusahaan penyedia barang dan jasa.

"Dalam hal ini saya berharap kepada tim penyidik untuk segera mengembalikan barang bukti berupa uang ke sekolah-sekolah yang sedang membutuhkan, tak perlu harus menunggu proses persidangan di pengadilan sebagaimana disebutkan tim penyidik Polres Tasikmalaya," tutur Bambang.

 

Baca : Terduga Kasus Korupsi Dana Bos SIap Dilimpah Ke Kejari


Ia pun menegaskan, bahwa hasil audit investigasi pihak Inspektorat menyebutkan, bahwa ada sejumlah uang dari total Rp 50 juta itu mengalir ke sejumlah kepala sekolah dalam bentuk pinjaman.

Artinya, dari angka kerugian itu tidak seluruhnya akibat perbuatan tersangka AG. Pertanyaannya adalah, kenapa mereka yang disebut dalam dokumen hasil audit Inspektorat itu tidak dijadikan saksi-saksi.

"Dalam hal ini saya mendorong kepada aparat penegakan hukum untuk mendalami kasus ini lebih teliti dan komprehensif agar terang benderang. Saya kira bakal banyak tersangka yang akan terjerat kasus ini apabila dalam pengungkapannya dilakukan sesuai aturan hukum," ucapnya.

Ditambahkan, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung yang kemungkinan akan mulai digelar dua pekan ke depan nanti, pihaknya akan mengungkap fakta-fakta dan temuan lain yang dapat meringankan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap terdakwa. Atau bahkan bebas murni.*

 

Baca : Korupsi Dana Bos, Seorang PNS Dikirim Ke Rutan Kebonwaru


Berita Terkait