Buntut Penusukan Menko Polhukam, Kapolda Jateng Tingkatkan Kewaspadaan

Jum'at, 11 Oktober 2019 15:50 Eris Kuswara Nasional

Buntut Penusukan Menko Polhukam, Kapolda Jateng Tingkatkan Kewaspadaan


Koropak.co.id - Kejadian penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto yang terjadi di Banten beberapa waktu lalu dijadikan sebagai pelajaran khusus bagi Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Bahkan kini Polda Jateng pun akan semakin meningkatkan kewaspadaan terkait dengan pengamanan VVIP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Jumat (11/10/2019) Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel mengatakan pihak kepolisian Jawa Tengah kini akan lebih meningkatkan pengamanan VIP dan VVIP. Meskipun demikian, sebenarnya sudah ada juga standar pengamanan sesuai dengan Standard Operation Procedure (SOP).

"Tentunya kami sudah memiliki standard pengamanan VVIP, sehingga kejadian ini dijadikan pelajaran untuk kita semua agar lebih meningkatkan kewaspadaan agar tidak lengah dalam berbagai situasi," kata Rycko.

Peningkatan pengamanan di markas besar polisi di Jawa Tengah juga saat ini terus ditingkatkan meskipun pihaknya juga mengaku sudah menerapkan sistem Maximum Security.

"Sebagaimana yang biasanya kita laksanakan, ada sistem maximum security di markas komando, asrama dan personil di lapangan. Dengan adanya kejadian ini juga tentunya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk meningkatkan maximum security," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Buntut Penusukan Menko Polhukam, Kapolda Jateng Tingkatkan Kewaspadaan (1)

 

Baca pula : Menko Polhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal

Diketahui, Jawa Tengah merupakan daerah yang kerap sekali dikunjungi pejabat negara, termasuk Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo yang berasal dari Solo. Bahkan Wiranto sendiri juga berasal dari Kota Solo.

"Kami sudah ada SOP dan jaminan keamanannya pun terangkum dalam bentuk SOP," ujarnya.

Atas kejadian ini juga Kapolda turut memberikan imbauan untuk semua personel keamanan agar tidak lengah dan underestimate. Terlebih lagi, kemampuan dalam mengidentifikasi ancaman juga harus perlu ditingkatkan kembali.

"Kami menghimbau kepada semua personel jangan sampai lengah, jangan anggap sepele, jangan underestimate, harus patuh pada SOP dan juga harus memiliki sense of security, kemampuan identifikasi saat akan bertugas, mengenali ancaman, memahami cara bertindak, dan berkoordinasi," tuturnya.*

 

Baca : Inilah Motif Penusukan Wiranto Menurut Humas Polri


Berita Terkait