TOF 2019 Meriah, Namun Kurang Sentuhan Seni

Senin, 14 Oktober 2019 19:20 Erni Nur'aeni Daerah

TOF 2019 Meriah, Namun Kurang Sentuhan Seni


Koropak.co.id - Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) 2019 yang merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi ke-18 Kota Tasikmalaya dimeriahkan Pameran Kreatif, yang terkesan kurang meriah.

TOF 2019 yang berdampingan dengan unsur kebudayaan serta kreativitas, di mata salah seorang seniman dari Kantong Seni Tasikmalaya H. Luki Lukita mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dilihat dari sebelumnya, ada penurunan kualitas pelaksanaan. Jelas ini sangat disayangkan karena dari unsur seni dan budayanya pun sangat kurang," ujar Luki saat dijumpai Koropak, Senin (14/10/2019).

Kata Luki, konsep dulu yang sangat bagus tidak dipertahankan, seperti salah satunya area foto payung geulis yang sempat viral meskipun di akhir, banyak oknum masyarakat yang merusak dengan mencabut serta membawa payung tersebut.

"Alangkah bagusnya jika area foto payung geulis diaplikasikan kembali dengan ornamen payung geulis, namun hadirkan dengan berbeda misalnya menghadirkan ornamen payung geulis yang terbuat dari rajutan atau bordir," katanya.

 

Koropak.co.id - TOF 2019 Meriah, Namun Kurang Sentuhan Seni (1)

 

Baca : Pameran Kreatif Wujud Eksistensi UMKM Kota Tasikmalaya

Dengan demikian, pelaksanaan TOF 2019 yang menjadi rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-18 Kota Tasikmalaya dapat memberikan kesan mendalam dan ciri khas dari Kota Tasikmalaya-nya dapat lebih menonjol.

"Sayang, yang ada justru kemunduran. Padahal di tahun lalu pun, instalasi seni seperti spot-spot foto dengan ornamen kerajinan khas Kota Tasikmalaya menjadi salah satu magnet untuk menarik masyarakat datang ke TOF," ujarnya.

Menyoal Karnaval Budaya, Luki mengapresiasinya seiring dengan antusias warga yang rela berdesakan demi menyaksikan satu demi satu tim karnaval yang menghadirkan kostum unik. Terlebih dengan tema "Gebyar Pesona Payung Geulis" yang membuat payung geulis menjadi ornamen kunci dalam kostum yang ditampilkan tiap peserta.

"Hanya saja, yang disayangkan kenapa finishnya harus di area Tugu Asmaul Husna? Kenapa tidak dilangsungkan finish di area Pameran Kreatif yang dikonsentrasikan di Lapangan Dadaha? Padahal kan Karnaval Budaya dan Pameran Kreatif satu kesatuan dalam bingkai TOF 2019," ucap Luki.*

 

Baca pula : Promosi Tidak Akan Maksimal Jika Pameran Kreatif Hanya 3 Hari