Insan Disdik Kabupaten Tasikmalaya Merapat Ke Baznas

Senin, 14 Oktober 2019 21:18 D. Farhan Kamil Daerah

Insan Disdik Kabupaten Tasikmalaya Merapat Ke Baznas


Koropak.co.id - Seiring dengan semakin meluasnya jangkauan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangka pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari ASN di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, 39 UPTD Pendidikan dan 7 MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) di bawah Dinas Pendidikan, membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Senin (14/10/2019).

Dinas Pendidikan merupakan SKPD yang gemuk ASN sehingga berpotensi menjadi penyumbang ZIS terbesar di Kabupaten Tasikmalaya yang akan dikelola oleh Baznas.

"Mengawali pembentukan UPZ, hari ini kita paparkan tentang bagaimana Baznas bekerja untuk mewadahi ZIS dan didistribusikan secara profesional serta transparan kepada mustahik zakat sesuai asnaf yang delapan. Kegiatan ini juga sebagai bagian optimalisasi pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 41 tahun 2018 yang dipertegas oleh Instruksi Bupati nomor 6 tahun 2019," kata Ketua Baznas Kabupaten Tasikmalaya, KH. Acep Thohir Fuad melalui Divisi Perencanaan Keuangan, Cecep D Abdul Qoyum, kepada Koropak seusai acara sosialisasi Perbup nomor 41/2018, Instruksi Bupati nomor 6 tahun 2019 dan Pembentukan UPZ UPT dan MKKS se-Kabupaten Tasikmalaya, di gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Plh Sekda H. Drs. Iin Aminudin, M.SI, Sekjen MUI KH. DR. E. Zainal Abidin, M.Pd dan sejumlah pejabat Kemenag Kabupaten Tasikmalaya.

 

Koropak.co.id - Insan Disdik Kabupaten Tasikmalaya Merapat Ke Baznas (2)

 

Baca : Baznas Nobatkan Bupati Ade Sebagai Tokoh Kebangkitan Zakat

Ditegaskan kembali, potensi ZIS dari ASN di kabupaten ini mencapai Rp 1,2 milyar per bulan. "Hingga September kemarin, jumlah ZIS ASN baru di kisaran angka Rp 400 juta. Dengan terbentuknya UPZ UPT dan MKKS ini, tentunya akan sangat berpengaruh terhadap jumlah ZIS yang akan ditampung. kita pun akan terus optimalisasi Perbup ke beberapa SKPD lainnya termasuk ke instansi vertikal," ujarnya.

Menurut cecep, ada klasifikasi ASN yang wajib zakat. Sesuai perhitungan Baznas, bagi ASN yang sudah memiliki gaji pokok Rp 3,5 juta ke atas, maka wajib zakat. "Dengan dasar instruksi Bupati, ASN ini membuat surat pernyataan bersedia dilakukan pemotongan gaji tiap bulannya untuk zakat atau bahkan ditambah dengan infaq dan sedekah," kata Cecep.

Adapun bagi ASN yang belum wajib zakat (nishab) karena berpenghasilan dibawah Rp 3,5 juta per bulannya, mereka diberikan ruang untuk menyalurkan infak dan sedekah melalui Baznas dengan pola seperti zakat yakni ada pernyataan siap dipotong gaji.

Ditambahkan Cecep, dalam penyaluran ZIS dari muzakki, Baznas tetap mengacu ke asnaf yang 8 dalam bentuk lima program. Antara lain, ekonomi, santunan, rumah tidak layak huni dan lainnya.

"Semua terukur dan masyarakat dapat menggali informasi tentang kinerja Baznas, di antaranya melalui website Baznas Kabupaten Tasikmalaya," ucapnya.*

 

Baca pula : Baznas Jabar Berdayakan Ekonomi Dengan Balai Ternak


Berita Terkait