Kemendikbud Tunjuk Desa Salawu Ujung Tombak Budaya

Senin, 14 Oktober 2019 21:49 D. Farhan Kamil Desa

Kemendikbud Tunjuk Desa Salawu Ujung Tombak Budaya


Koropak.co.id - Tanpa rekayasa, bumbu maupun jampi-jampi, dari 75.436 desa se-Indonesia yang terlibat dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) di Gelora Bung Karno Jakarta, Desa Salawu Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, terpilih menjadi salah satu desa dari 8 desa terpilih lainnya di Indonesia, sebagai desa ujung tombak budaya.

Munculnya nama Desa Salawu yang mewakili Provinsi Jawa Barat itu, setelah pihak Kementerian Pendidikan dan Budaya RI menyaksikan langsung bagaimana kehidupan budaya dan tradisi, dengan segala kearifannya yang melekat di masyarakat Desa Salawu saat tampil di acara PKN yang digelar sejak tanggal 7 sampai dengan 13 Oktober 2019.

"Alhamdulilah Desa Salawu dipilih pihak Kemendikbud sebagai satu-satunya desa di Jawa Barat menjadi desa ujung tombak budaya. Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tantangan ke depan untuk dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya nasional dan International," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana melalui Kabid Kebudayaan, Dindin Saepudin, Senin (14/10 /2019).

 

Koropak.co.id - Kemendikbud Tunjuk Desa Salawu Ujung Tombak Budaya 2

 

Baca : Festival Kolecer dan Deklarasi Situs Budaya Cirangkong

 

Terpilihnya desa tersebut, ucap dia, merupakan hasil penyeleksian yang di awali di tingkat Kabupaten Tasikmalaya. "Sebelumnya kita koordinasi dengan Bappeda diawali dengan menelaah RPJM Des. Dan ternyata yang mengerucut ke ranah budaya adalah Desa Salawu," ujarnya.

Secara kasat mata, di desa tersebut masih didominasi dengan budaya. Mulai dari bangunan rumah yang terbuat dari bambu dikolaborasikan dengan kayu hingga kehidupan masyarakatnya.

"Rumah bambulah yang menjadi cikal bakal ditunjuknya desa budaya. Di situ ada padepokan Cijaga dimana setidaknya ada 10 rumah dengan bahan dasar bambu. Di desa itupun memiliki 12 hektare tanah 'pangangonan' yang hampir keseluruhan ditanami bambu. Hal itu memang wajar karena kehidupan ekonomi warga setempat tergantung kepada pohon bambu untuk membuat beragam anyaman," paparnya.

 

 

Koropak.co.id - Kemendikbud Tunjuk Desa Salawu Ujung Tombak Budaya 3

 

Baca : Kirab Santri Sodonghilir Tasikmalaya Berlangsung Meriah

Hal yang unik, ucap dia, dalam membuat anyaman, warga sangat patuh kepada aturan yang tidak tertulis atau istiadat. Dimana apabila satu rumah sudah membuat boboko misalnya, maka di rumah lainnya tidak boleh membuat kerajinan yang sama.

"Di sana kita menyaksikan bagaimana warna trampil membuat berbagai anyaman seperti boboko, hihid, tolok, tampir dan ayakan. Satu rumah satu jenis anyaman," ucapnya.

Hal lain yang lebih mendasar adalah, budaya gotong royong masyarakat sangat kental ditambah lagi, kesenian tradisional seperti angklung dogdog dan permainan masyarakat antara lain gobag, baren, pecle dan papancahan menjadi tradisi alami yang asik.

"Imajinasi ke depan, Desa Salawu harus membikin RPJM Des yang mengacu ke hulu kebudayaan. Kita rencanakan mudah-mudahan di tahun 2020 nanti pariwisata budaya di desa tersebut lebih berkembang karena kita punya cita-cita hebat untuk lima tahun ke depan," tuturnya.

Ditambahkan, sebagaimana rencana Presiden Jokowi akan merubah RPJMN mengacu ke hulu kebudayaan, tentu saja pemerintah daerah harus menyesuaikan RPJMD ke budaya.*


Lihat : Upaya Melestarikan Seni Budaya Sunda