Demi Pilkades di Kabupaten Tasikmalaya, Brimob Polda Jabar Turun Gunung

Rabu, 16 Oktober 2019 20:47 D. Farhan Kamil Desa

Demi Pilkades di Kabupaten Tasikmalaya, Brimob Polda Jabar Turun Gunung


Koropak.co.id - Jelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 24 Oktober nanti, Polres Tasikmalaya tuntas melakukan pemetaan daerah-daerah yang dianggap rawan terjadinya konflik horizontal di masyarakat.

Dari 211 desa yang menggelar Pilkades serentak, ada sekitar 147 desa yang masuk ke wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Sisanya seperti wilayah Tasik Utara dan Tasik Timur masuk ke dalam wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra mengatakan, hasil mapping mencatat ada beberapa kecamatan masuk dalam wilayah rawan, seperti Kecamatan Singaparna, Cikatomas, Cikalong, Bantarkalong, Culamega dan Bojongasih.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan dan pembacaan indikator dari beberapa tahapan yang sudah berjalan di masing-masing daerah, kemudian banyaknya jumlah calon yang ikut dan munculnya ketidakpuasan dari simpatisan bakal calon yang gugur.

 

Baca : Jelang Pilkades Serentak, Panitia Pemilu Kepala Desa Dikukuhkan

 

Maka, untuk giat pengamanan pelaksanaan Pilkades serentak ini, Polres Tasikmalaya bakal diperkuat dengan pengamanan dari Korps Brimob Polda Jawa Barat. Dengan kekuatan satu SSK (satuan setingkat kompi) atau sebanyak 100 orang yang akan ditempatkan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap rawan.

"Kita akan mengerahkan pasukan dari personel Polres Tasikmalaya dan Polsek sebanyak 450 orang. Nantinya akan bergabung dengan pasukan dari Brimob Polda Jabar. Siaga bantuan pasukan juga disiapkan dari Polres Garut dan TNI," kata Doni, Rabu (16/10/2019).

Untuk pengawalan setiap TPS tambah dia, akan ditempatkan 2 sampai 3 anggota polisi. Jadi dalam satu desa bisa lebih dari 10 personel yang mengawal. "Ya antara 11 sampai dengan 15 orang," ujarnya.

Menurutnya, kerawanan diprediksi pada saat jadwal pencoblosan hingga beberapa hari setelahnya. Berdasarkan pengalaman Pilkades tahun-tahun sebelumnya, konflik di masyarakat kerap muncul pasca penghitungan suara dan penentuan pemenang.

"Dari awal kita terjunkan Babinkabtibmas untuk melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat sebagai langkah preventif. Kita juga meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan," tuturnya.*

 

Baca : Pilkades Serentak Kabupaten Tasikmalaya Masuki Tahap Pendaftaran

 


Berita Terkait