Dewan Harapkan Kota Tasikmalaya Jadi Kota Berbudi

Kamis, 17 Oktober 2019 19:11 Eris Kuswara Parlemen

Dewan Harapkan Kota Tasikmalaya Jadi Kota Berbudi


Koropak.co.id - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Oleh Sholeh memaparkan beberapa catatan yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Tasikmalaya meliputi bidang kesejahteraan, lingkungan dan pendidikan.

Demikian disampaikan H. Oleh kepada Koropak selepas mengikuti kegiatan Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-18 Kota Tasikmalaya yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya Jalan RE Martadinata Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis (17/10/2019).

"Catatan saya untuk Kota Tasikmalaya ada pada 3 bidang. Pertama, di bidang kesejahteraan dan daya beli masyarakat yang hingga kini diketahui masih adanya catatan dari BPJS bahwa Kota Tasikmalaya masih masuk ke dalam kelompok kota dengan presentasi kemiskinan masyarakatnya yang masih tinggi," kata Oleh.

 

Koropak.co.id - Dewan Harapkan Kota Tasikmalaya Jadi Kota Berbudi (2)

 

Baca : Hari Jadi Ke-18, Bangkitkan Kembali Tasikmalaya Kota Resik

Ditambahkan Oleh, catatan kedua di bidang lingkungan dengan perlu adanya penataan ulang tata ruang Kota Tasikmalaya. Tergerusnya ruang terbuka hijau dikarenakan pembangunan yang masif menyebabkan terbatasnya sumber air bersih, termasuk banyaknya gunung yang beralih fungsi menjadi perumahan.

"Tentunya hal tersebut harus menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DPRD Kota Tasikmalaya agar pembangunan di Kota Tasikmalaya ke depan bisa berkelanjutan dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya," ucapnya.

Oleh menuturkan, catatan ketiga di bidang pendidikan khususnya bagi pendidikan non formal. Hal baiknya kini sudah diberlakukan Undang-Undang Pondok Pesantren, yang diharapkan menjadi spirit bagi Kota Tasikmalaya untuk bisa menjadi pionir yang mampu melakukan kebijakan maupun politik anggaran sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para kiai, santri, pimpinan pondok pesantren dan berbagai lembaga keagamaan.

"Kami berharap ke depan, sebesar 5 persen atau 10 persen dari APBD Kota Tasikmalaya bisa dialokasikan untuk optimalisasi pendidikan non formal terutama infrastruktur serta kesejahteraan para tenaga pendidik," ujarnya.*

 

Baca pula : Anggota DPRD Provinsi Jabar Soroti Kesejahteraan Masyarakat


Berita Terkait