Kemunculan Crosshijaber, MUI Jabar Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jum'at, 18 Oktober 2019 12:48 D. Farhan Kamil Daerah

Kemunculan Crosshijaber, MUI Jabar Minta Polisi Tangkap Pelaku

 

Koropak.co.id - Kemunculan pria menggunakan busana syari atau trend dikenal crosshijaber yang menampakkan diri di Kota Bandung, Jawa Barat, ditanggapi serius Manjelis Ulama Indonesia.

Fenomena pria berhijab (crosshijaber) yang kini viral dan menghebohkan jagat dunia maya dengan aksi-aksinya yang menyerupai kaum hawa bahkan dalam unggahan akun instagram crosshijaber, mereka berani memasuki fasilitas/area khusus wanita.

Ketua Umum MUI Jawa Barat Prof. Dr. KH. Rachmat Syafe’i, Lc., MA menegaskan, kemunculan crosshijaber tidak bisa dianggap sepele. Perlu penyikapan semua pihak baik di MUI, aparat penegak hukum dalam hal ini Polri serta para pengurus DKM.

"Fenomena ini muncul begitu saja menjelang pelantikan Presiden dan Wakli Presiden. Terlepas apakah ada kaitan atau tidak, crosshijaber ini sudah meresahkan masyarakat terutama kaum ibu-ibu," kata KH. Rachmat kepada Koropak selepas melantik pengurus MUI Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2019-2024 yang digelar di Gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019).

 

Koropak.co.id - Kemunculan Crosshijaber, MUI Jabar Minta Polisi Tangkap Pelaku

 

Baca : Heboh Fenomena Crosshijaber Lelaku Berhijab Bikin Wanita Resah

Atas nama MUI, ia minta kepada semua pihak bersikap waspada dan mendorong aparat Kepolisian menangkap serta menginterogasi para pelaku dan diungkap apa motivasi mereka yang sebenarnya.

Menurutnya, crosshijaber telah jelas melanggar syariah dan bertentangan dengan norma-norma agama Islam.

"MUI menghimbau kepada masyarakat baik di DKM-DKM atau bahkan di pesantren, untuk mewaspadai setiap gerak gerik seseorang berpakaian syar'i dan menunjukkan sikap yang berbeda atau mencurigakan. Kami juga meminta Kepolisian bersikap tegas dengan mencari pelaku crosshijaber dan mengusutnya. Bisa jadi gerakan mereka yang tiba-tiba ini ada yang memicu. Polisi harus secara tuntas menguak siapa dan ada apa dibalik gerakan tersebut,"ujarnya.*

 

Baca pula : Inilah Pesan Perdana Ketua Umum MUI Kabupaten Tasikmalaya

 


Berita Terkait