Perkaya Wawasan Jurnalis, BI Tasikmalaya Gelar Pelatihan

Sabtu, 26 Oktober 2019 15:07 Eris Kuswara Daerah

Perkaya Wawasan Jurnalis, BI Tasikmalaya Gelar Pelatihan


Koropak.co.id - Untuk memperkaya wawasan jurnalis tentang kebanksentralan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar kegiatan Pelatihan Wartawan Mitra KPw BI Tasikmalaya yang dilaksanakan di Horison Hotel Palma Pangandaran, Sabtu (26/10/2019).

Kepada Koropak, Kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji mengatakan Bank Indonesia menilai bahwa media massa merupakan adalah mitra kerja yang luar biasa yang telah membantu memperluas informasi program-program Bank Indonesia sehingga dapat tersampaikan secara merata kepada masyarakat.

"Pembekalan yang kami lakukan ini berupa pelatihan kepada rekan-rekan jurnalis dengan mengambil tema kebanksentralan. Kita sampaikan materi mulai dari perbedaan Bank Indonesia dengan bank komersil, tugas dan wewenang Bank Indonesia, fungsi Indonesia, hingga perkembangan inflasi di Kota Tasikmalaya," kata Heru.

 

Koropak.co.id - Perkaya Wawasan Jurnalis, BI Tasikmalaya Gelar Pelatihan (1)

 

Ditambahkan Heru, pelatihan ini juga merupakan agenda rutin dari KPw Bank Indonesia Tasikmalaya secara periodik yang dilakukan setahun 2 atau 3 kali. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mampu membekali rekan-rekan jurnalis untuk semakin memahami dan menguasai tentang kebanksentralan.

Heru juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia berkomitmen mendorong perkembangan iklim bisnis kopi, dikarenakan saat ini Bank Indonesia tengah mengembangkan klaster kopi Cigalontang yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya.

"Di momentum Festival Kopi yang dibuka Jumat (25/10/2019) malam tadi, kami melihat potensi kopi yang luar biasa di Kabupaten Pangandaran yang menjadikan spirit bagi kami untuk mendorong perkembangan industri kopi ke depan," katanya.

 

Koropak.co.id - Perkaya Wawasan Jurnalis, BI Tasikmalaya Gelar Pelatihan

 

Baca : Bank Indonesia Komitmen Kembangkan Potensi Kopi Pangandaran

Pengembangan tersebut, kata Heru, turut didukung dengan pendampingan yang akan dilakukan BI Tasikmalaya mulai dari budidaya, pemeliharaan, hingga pasca panen dan pemasaran yang bisa berlangsung sampai 3 tahun.

"Proses produksi dari ulu hingga hilir akan menentukan harga jual kopi. Nanti, kami juga nanti akan mendatangkan ahli dalam bidang kopi untuk mengetahui bagaimana caranya agar komoditas kopi ini memiliki nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan kopi tersebut," ucapnya.

Heru menuturkan, BI Tasikmalaya juga melihat bahwa komoditas kopi merupakan satu kesatuan dalam pengembangan Pariwisata One Stop Priangan Timur Tourism, yang menempatkan kopi berada dalam satu paket wisata, yang akan saling mendorong perkembangan satu sama lain.

"Kami juga ingin melihat ketika turis datang ke Pangandaran itu bukan hanya sekedar menikmati keindahan pantai, hingga menikmati seafood, namun juga kelak bisa sambil minum kopi Nusantara," ujarnya.*

 

Baca pula : Hari Jadi Pangandaran Kian Meriah Dengan Festival Kopi