Warga Mangkubumi Bersyukur Pembangunan Tower Segera Dihentikan

Rabu, 30 Oktober 2019 16:51 Abdul Wahid Aljinan Daerah

Warga Mangkubumi Bersyukur Pembangunan Tower Segera Dihentikan

 

Koropak.co.id - Puluhan warga dari Perumahan Situ Gede Indah dan Kampung Nagrog Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi menolak keras pembangunan tower BTS yang berada di wilayah Kampung Nagrog karena dapat membahayakan aktivitas warga, salah satu permasalahannya terkait material bangunan yang kapan saja dapat menimpa rumah maupun warga sekitar.

Demikian disampaikan warga Perum Situ Gede Indah, Usep Abdurahman kepada Koropak selepas mengikuti kegiatan audiensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya serta Polsek Mangkubumi yang dilaksanakan di Bale Wiwitan Jalan Noenoeng Tisnasaputra Nomor 5 Kahuripan, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, Rabu (30/10/2019).

"Kami meminta agar pembangunan tower yang dilaksanakan di wilayah kami untuk segera disegel. Hal tersebut dikarenakan, pembangunan tower tersebut belum memiliki izin serta dapat menimbulkan gejolak di masyarakat yang tidak menerima pembangunannya dilaksanakan. Pembangunan tower itu juga dapat menimbulkan situasi tidak kondusif serta ketidak nyaman warga," kata Usep.

 

Koropak.co.id - Warga Mangkubumi Bersyukur Pembangunan Tower Segera Dihentikan (3)

 

Baca : Tidak Berizin, Pembangunan Tower di Mangkubumi Akan Disegel

Ditambahkan Usep, pembangunan tower itu juga tentunya sangat mengganggu dan apabila dibiarkan terus berjalan, mampu membuat warga bertindak anarkis. Oleh karena itu mereka semua datang untuk meminta agar Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Satpol PP dan lainnya untuk segera melakukan tindakan lebih lanjut.

"Alhamdulillah setelah dilakukan audiensi, sudah ada titik terang karena yang jelas mereka juga sangat menolak pembangunan tower tersebut," ujarnya.

Hal senada dituturkan Warga Kampung Nagrog Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Hermin Indra Gunawan. Menurutnya, selama kurang lebih 4 bulan ini perusahaan berkembang PT Tower Bersama sudah melakukan pembangunan meskipun tidak ada izin.

Secara prosedur, ucap Hermin, Dinas PUPR Kota Tasikmalaya juga sudah melakukan tindakkan baik secara lisan maupun secara adminitrasi ke Walikota Tasikmalaya dengan tembusan ke DPRD Kota Tasikmalaya, Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Satpol PP, DPMPTSP, perizinan, Polsek, Polres, kecamatan hingga kelurahan.

"Dikarenakan masih membandel, warga pada akhirnya melakukan tindakkan untuk menurunkan pekerja dilapangan. Dikarenakan tidak adanya tindakan sama sekali yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Satpol PP. Kami bertemu dan berkumpul bersama di sini untuk melakukan tuntutan agar masalah ini segera diselesaikan. Kami juga menolak segala kompensasi yang diberikan oleh pihak perusahaan," tutur Hermin.*

 

Baca pula : Pol PP Paksa Hentikan Pembangunan Tower

 


Berita Terkait