Di Kota Tasikmalaya, Ditemukan 2 Kasus Prostitusi Online

Jum'at, 01 November 2019 20:01 Erni Nur'aeni Daerah

Di Kota Tasikmalaya, Ditemukan 2 Kasus Prostitusi Online


Koropak.co.id - Beberapa waktu belakangan Kota Tasikmalaya dikejutkan dengan kasus prostitusi online yang berhasil diamankan oleh Polres Tasikmalaya Kota di salah satu hotel melati yang berdasar atas laporan dari resepsionis hotel.

Dijumpai Koropak di Kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Jumat (1/11/2019) Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Nana Rosadi mengatakan guna menghindari praktik prostitusi online, ada beberapa hal yang harus dipahami anak muda, salah satu yang paling penting, tidak mudah mempercayai orang yang menawarkan pekerjaan melalui cara mudah.

"Jangan dulu percaya jika ada orang yang ingin memperkerjakan, tapi tidak jelas asal usulnya, apalagi menawarkan cara mudah. Bagi orangtua sendiri, harus lebih teliti dan cerdas menanggapi permasalahan ini," katanya.

Nana menyarankan jika memang ada yang menawarkan pekerjaan, alangkah baiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Dinas Ketenagakerjaan untuk mengantisipasi jebakan Human Trafficking.

"Bagi masyarakat yang ingin bekerja dan tidak memiliki keahlian, bisa datang langsung ke Dinas Sosial. Dengan program-program pembinaan, Dinsos pun rutin sudah memberikan bimbingan kepada 40 orang untuk dilatih dan diberikan alat-alatnya secara gratis," katanya.

 

Koropak.co.id - Di Kota Tasikmalaya, Ditemukan 2 Kasus Prostitusi Online (2)

 

Baca : Pemkot Tasikmalaya Fokus Tangani Orang Terlantar

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya, dr Sarwono mengatakan, anak remaja yang menjadi korban dalam prostitusi online tersebut sebagian tinggal di rumah singgah dan sisanya dikembalikan lagi kepada orangtuanya.

"Terjebaknya mereka dalam protitusi online, bisa disebabkan oleh beberapa kemungkinan. Seperti diakibatkan oleh lingkungan dan disharmonisasi dalam keluarga," katanya.

Para korban tersebut, kata Sarwono, berjumlah 3 orang yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Garut.

"Kami memberikan upaya pemulihan mental psikologis namun lingkungan pun harus terlibat dan memberikan kegiatan positif untuk mereka, mereka pun disarankan untuk sekolah kembali sebab para korban rata-rata masih duduk di bangku SMP," katanya.*

 

Baca pula : Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Tasikmalaya

 


Berita Terkait