Golkar Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Kabupaten Tasikmalaya

Sabtu, 02 November 2019 16:29 D. Farhan Kamil Parlemen

Golkar Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Kabupaten Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Tasikmalaya, menyoroti rendahnya penyerapan APBD Kabupaten Tasikmalaya, yang hingga mendekati akhir tahun 2019, angkanya masih berada di kisaran 35 persen.

"Menjelang berakhirnya tahun 2019 ini kita mendapat informasi mengagetkan jika penyerapan APBD Kabupaten Tasikmalaya masih berada di angka 35 persen. Penyerapannya yang sangat rendah dan ini baru kali pertama terjadi dalam sejarah pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya," tutur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi Golkar, Drs. H. Erry Purwanto, M.SI, Sabtu (2/11/2019).

Rendahnya serapan APBD kata Erry, jelas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan pembangunan dan ekonomi di masyarakat. Pemerintah dan masyarakat jelas bakal merugi.

Lebih lanjut Erry menyebutkan, pihaknya sangat menyadari jika kemarin ada kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang mempengaruhi terhadap penyerapan anggaran antara lain perubahan SOTK dan cut off anggaran yang beririsan dengan perubahan SOTK.

"Maka kita di DPRD khususnya Fraksi Golkar, hari ini mengingatkan kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah kongkrit, membuat terobosan agar semua kegiatan belanja tidak terganggu. Secara serius kita di DPRD, akan mendukung dan membantu pemerintah, bagaimana kita yang sudah berjuang susah payah untuk mendapat anggaran menyaksikan seluruh kegiatan pembangunan dilaksanakan secara maksimal, sebelum anggaran tahun ini berakhir di bulan Desember," tegas Erry.

Harus diingat kembali kata Erry, bahwa anggaran yang tidak terserap akan menjadi sisa anggaran atau SILPA. Dan sisa anggaran tidak dapat ditarik kembai ke daerah. "Rata-rata Dana Alokasi Khusus (DAK) kita menyentuh angka Rp 600 milyar per tahunnya dan tersebar di seluruh SKPD termasuk Banprov dengan rata-rata angkanya Rp 600 milyar. Jika penyerapannya baru 35 persen, maka dapat dibayangkan betapa besar SILPA di akhir tahun 2019 ini," ujarnya.

 

Golkar Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Kabupaten Tasikmalaya

 

Menurutnya, masih ada sisa waktu dua bulan lagi yang dapat dimanfaatkan lebih serius oleh pemerintah, untuk meyerap anggaran sebesar-besarnya demi masyarakat.

"Saya mengajak kepada teman-teman di DPRD termasuk di birokrasi untuk mendukung pemerintah hari ini, menyelesaikan tugas dan kewajibannya secara serius dan benar. Jangan sampai pemerintah kita dicap tidak bisa menyerap anggaran dan membangun daerahnya. Di sisa waktu ini, kita wajib bekerja keras dan ekstra hati-hati," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Aang Budiana, S.Ag dari Fraksi Golkar menegatakan, seluruh fraksi sudah selesai mengantarkan AKD dan disepakati.

"Saatnya, dan untuk ke depan adalah bagaimana antara eksekutif dan legislatif bekerjasama yang harmonis dalam rangka serta upaya pemerataan pembangunan, terutama di sisa akhir tahun anggaran ini," ujarnya.

Termasuk kegiatan pemeliharaan serta perbaikan sarana dan prasarana yang masih harus dibenahi di setiap sektor pembangunan di segala bidang, dapat segera dilaksanakan. *

 


Berita Terkait