Gema Madani Simpati Dorong Kemandirian Masyarakat

Senin, 04 November 2019 12:28 Clara Aditia Daerah

Gema Madani Simpati Dorong Kemandirian Masyarakat


Koropak.co.id - Program Gerakan Masyarakat Mandiri, Berdaya Saing dan Inovatif sebagai Model Pembangunan Berbasis Partisipasi (Gema Madani Simpati) khususnya pada bidang Inovasi Pengembangan Klaster Ekonomi Masyarakat (I-Pakem) merupakan program yang digulirkan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang berorientasi kepada pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Program Gema Madani Simpati sekaligus Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Ivan Dicksan saat dijumpai Koropak, Senin (4/11/2019).

Ivan menuturkan program Gema Madani Simpati fokus pada upaya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat agar memiliki kemandirian, khususnya dalam perekonomian yang berbasis kearifan lokal.

"I-Pakem digulirkan sebagai upaya mengembangkan potensi lokal yang dikelola oleh masyarakat, kemudian diberikan stimulan, dengan harapan dapat tercipta produk unggulan dari masyarakat di setiap kecamatan, bahkan kelurahan, se-Kota Tasikmalaya," tuturnya.

Ditambahkan Ivan, Pemkot Tasikmalaya menargetkan ke depan di setiap kelurahan bisa mengasilkan produk unggulan, dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi potensi unggulan apa yang bisa dikembangkan, kemudian dikolaborasikan di tingkat kecamatan, dengan harapan antar kecamatan dapat saling memperkuat untuk memunculkan produk unggulan Kota Tasikmalaya.

"Alhamdulillah, selama ini program Gema Madani Simpati bidang I-Pakem khususnya, dapat berjalan dengan baik. Potensi unggulan yang dikelola masyarakat sudah muncul, dan sudah bisa dikolaborasikan pengembangannya bersama Saung Madani yang ada di setiap kecamatan," katanya.

 

Koropak.co.id - Gema Madani Simpati Dorong Kemandirian Masyarakat (2)

 

Lihat : Ottel You Kudapan Kreasi Telur Puyuh Khas Kota Tasikmalaya

 

Ivan menuturkan Pemkot Tasikmalaya berkomitmen untuk senantiasa mendorong agar pemberdayaan masyarakat melalui program Gema Madani Simpati ini bisa terus berkembang, dan klaster-klaster di tiap kelurahan bisa fokus berinovasi dalam mengembangkan produk yang lahir dari kearifan lokal.

"Misalnya telur puyuh, kita dorong agar betul-betul menjadi kudapan ikon Kota Tasikmalaya yang dikenal luas. Kita dorong agar pengembangan produk unggulan tersebut dapat memberikan efek pertumbuhan ekonomi yang signifikan," katanya.

Pemerintah, kata Ivan, juga akan mendorong terus peningkatan kapasitas klaster, misalnya tentang bagaimana mereka mengemas, mendapatkan hak cipta, hingga legalitas lembaga, sehingga para klaster dapat tumbuh menjadi wirausahawan yang profesional.*

 

Lihat :Bisnis Manis Si Manisan Sayuran Karya Gema Madani Simpati




Berita Terkait