Ratusan Aparatur Desa Se-Kabupaten Tasikmalaya Geruduk Kantor Kejaksaan

Selasa, 05 November 2019 07:36 D. Farhan Kamil Daerah

Ratusan Aparatur Desa Se-Kabupaten Tasikmalaya Geruduk Kantor Kejaksaan

 

Koropak.co.id - Ratusan aparatur pemerintah desa se-Kabupaten Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/11/2019).

Ketidakseksamaan dalam mengusut indikasi-indikadi tindak pidana korupsi dan aksi intimidasi serta pemerasan yang diduga dilakukan oknum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya terhadap kepala desa (kades), menjadi isu sentral yang disuarakan masa di depan kantor Kejari yang mendapat pengawalan ketat sejumlah aparat Kepolisian Resort Tasikmalaya.

Mereka mengeluhkan adanya oknum anggota Kejari Kabupaten Tasikmalaya yang diduga sering melakukan tindakan pemerasan berkedok monitoring terhadap sejumlah kepala desa dengan dalih mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan kades.

Wakil Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Tasikmalaya Harun mengatakan, dalam penegakan hukum tentu saja ada tahapan-tahapan atau proses yang harus dilalui sesuai koridor. Tetapi faktanya, seringkali dalam penanganan sebuah perkara, petugas dari Kejari terkesan reaktif dan mengabaikan kaidah-kaidah serta pertimbangan lainnya.

 

Koropak.co.id - Ratusan Aparatur Desa Se-Kabupaten Tasikmalaya Geruduk Kantor Kejaksaan (2)

 

Dalam mengurai indikasi-indikasi perkara hukum yang dilakukan kades, petugas seolah mengambil jalan pintas dan bersifat reaktif. "Ada kalanya baru sebatas rumor dan perbincangan masyarakat, petugas langsung main panggil dan memeriksa. Seharusnya, kalaupun ada laporan, prosesnya terlebih dahulu bisa dilakukan oleh pihak Inspektorat. Kan disana ada Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP)," tegas Harun.

Yang lebih tidak elok itu kata Harun, akibat ketidakjelasan proses hukum itu, kerap kali berujung pada tindakan intimidasi dan dugaan pemerasan oleh oknum pegawai Kejari kepada kades," ujarnya.

Lebih lanjut Harun yang juga Kades Purwaraharja Kecamatan Bojonggambir ini menyebutkan, tindakan intimidasi dan dugaan pemerasan tersebut bahkan bisa dibuktikan dengan adanya bukti rekaman percakapan maupun bukti setoran.

"Banyak kades merasa terganggu dengan tindakan oknum Kejari ini. Tidak sedikit kades yang kemudian mengalami stres. Bahkan sempat ada salah seorang kades yang meninggal dunia," ucap Harun.

Ia meminta, pihak Kejari mengusut dan menindak tegas oknum tersebut.*

 

Baca : Di Kejaksaan Ada Oknum? Kajari Tasikmalaya Siap Beraksi