Tetap Waspada! Jangan Sepelekan Rendahnya Angka Stunting

Selasa, 05 November 2019 08:18 D. Farhan Kamil Daerah

Tetap Waspada! Jangan Sepelekan Rendahnya Angka Stunting


Koropak.co.id - Tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting yang masih rendah, mendorong Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya melakukan langkah-langkah percepatan strategis di antaranya edukasi dan penyebaran informasi tentang stunting yang saat ini dirasakan masih belum memadai di beberapa kecamatan yang menjadi sorotan penanganan stunting.

Dapat disadari, kurangnya informasi terkait stunting menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat yang menganggap stunting sekadar kondisi anak bertubuh pendek.

Padahal lebih dari sekadar kondisi tubuh yang tidak tumbuh optimal, stunting merupakan buah dari masalah gizi buruk kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, sehingga hal tersebut menyebabkan balita tumbuh tidak sempurna.

Minimnya pengetahuan masyarakat tentang gejala, dampak, dan cara pencegahan stunting membuat kondisi balita di suatu daerah semakin buruk.

"Oleh karena itu, untuk menekan angka kurang gizi dan stunting, pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil tak boleh disepelekan. Asupan gizi seimbang selama 1.000 hari pertama kehidupan anak menjadi kunci penting untuk menghindari generasi dengan gejala stunting," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani, SKM., M.Si, kepada Koropak, Senin (4/11/2019).

 

Koropak.co.id - Tetap Waspada! Jangan Sepelekan Rendahnya Angka Stunting (2)

 

Baca : Angka Stunting di Kabupaten Tasikmalaya Masih Tinggi

Tak hanya dengan pemberian gizi seimbang, gerakan sadar stunting juga perlu diiringi dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Caranya bisa dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi rumah.

"Kita akan terus bergerak untuk menuntaskan persoalan stunting yang targetnya tuntas di tahun 2023. Kita juga telah mengundang tenaga-tenaga promosi dan kesehatan di lingkungan DKPP, dan dilibatkan dalam program orientasi komunikasi antar personal dalam komunikasi perubahan perilaku untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya," tuturnya.

Program orientasi komunikasi tersebut, ucap Dadan, merupakan konsep dasar komunikasi dalam percepatan penurunan stunting. Melalui program ini, semua tenaga promotor di Puskesmas lingkup Kabupaten Tasikmalaya bisa mengaplikasikan trik dan teknik komunikasi pada masyarakat dengan berbeda sasaran dan adat budayanya.

"Tujuannya adalah agar bagaimana pesan kesehatan bisa lebih mudah diterima, dipahami dan dicerna oleh masyarakat serta diharapkan adanya perubahan perilaku dari awalnya kurang baik menjadi lebih baik, sehingga proses percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya bisa lebih signifikan," tuturnya.*

 

Baca pula : Tekan Bayi Stunting, Pemerintah Gulirkan Program Jitu

 


Berita Terkait