Iklim Investasi di Kota Tasikmalaya Sangat Minim

Selasa, 05 November 2019 09:25 Eris Kuswara Parlemen

Iklim Investasi di Kota Tasikmalaya Sangat Minim


Koropak.co.id - Dalam Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (4/11/2019), Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim SH menuturkan, pandangan umum dari fraksi terhadap 3 buah Raperda menjadi bahan masukan bagi Walikota Tasikmalaya dalam menyempurkan Raperda yang diusulkan.

Adapun ketiga Raperda tersebut meliputi Raperda tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2020, Raperda tentang Sistem Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), serta Raperda tentang Dana Cadangan untuk persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pilkada Tahun 2024.

"Terkait APBD, kami menyarankan agar pemerintah daerah dapat memfokuskan kegiatan pembangunan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Sedangkan untuk Raperda Dana Cadangan, kami memandang sangat penting sekali karena kita sebagai tuan rumah yang akan melaksanakan Porda harus mempersiapkan segala sesuatunya secara matang. Termasuk juga Pilkada 2024," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Iklim Investasi di Kota Tasikmalaya Sangat Minim


Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Fraksi PKS, Dede S.IP mengatakan, terkait dengan Raperda SOTK, Fraksi PKS menyepakati apa yang menjadi usulan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. 

"Terkait dengan Raperda Dana Cadangan, kami juga menyepakatinya karena memang perlu dibahas untuk persiapan Pilkada 2024 dan Porda tingkat Provinsi. Namun kami menyarankan untuk mempersiapkannya secara bertahap agar anggaran tersebut setiap tahun tidak keluar terlalu banyak," kata Dede. 

Ditambahkan Dede, hal yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk dana cadangan secara multi year, sehingga setiap tahunnya bisa dicadangkan dan dianggarkan dari APBD untuk pelaksanaan kegiatan besar tersebut.

 

Baca : Walikota Tasikmalaya Sampaikan 3 Raperda Strategis


"Terpenting ,terkait dengan Raperda RAPBD Tahun 2020, kami menyoroti bahwa Kota Tasikmalaya masih minim investor karena masih lemahnya iklim investasi di Kota Tasikmalaya. Hal mendasar lainnya adalah ketergantungan pendanaan program dan kegiatan terhadap dana perimbangan Pemerintah Pusat," katanya.

Sebagai antisipasi dalam pencapaian pendapatan yang telah ditargetkan dalam APBD Tahun 2020, kata Dede, Pemerintah Kota Tasikmalaya dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan dan mengelola sumber-sumber pendapatan.

"Caranya dengan mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada secara efektif dan efisien. Termasuk pengembangan daya tarik investasi yang kami nilai masih sangat minim. Kami juga menyoroti progress penanganan kemiskinan yang kami harapkan harus ada progres penurunan," tutur Dede.*


Baca pula : Pemerintah Harus Bijak Kelola Pos Anggaran Dana Cadangan

 


Berita Terkait