Mall Perizinan Kota Tasikmalaya Mempercepat Pengajuan Perizinan

Kamis, 07 November 2019 21:23 Erni Nur'aeni Daerah

Mall Perizinan Kota Tasikmalaya Mempercepat Pengajuan Perizinan

 

Koropak.co.id - Dalam Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Program Pembangunan Tahun Anggaran 2019 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Kamis (7/11/2019), Wakil Walikota Tasikmalaya Drs. H. M. Yusuf menemukan pembangunan Puskesmas Tamansari yang dibangun namun terdapat tanda segel.

Wakil Walikota, Drs. H. M. Yusuf mengatakan penemuan tersebut merupakan salah satu kelemahan yang harus diperbaiki ke depannya.

"Dari tahun lalu, dinas-dinas terkait terus digenjot untuk tertib Izin Mendirikan Bangunan (IMB), beberapa sudah ada yang selesai. Bangunan baru seperti Puskesmas Tamansari ini harus mengurus IMB dari awal. Namun karena adanya beberapa persyaratan dan tim menunggu adanya IMB sehingga terbengkalai, dari gambar tidak ada perubahan dalam perencanaan," ujarnya.

Penemuan masalah tersebut, ucap Wakil Walikota, akan ada konsekuensinya dan Satpol PP mempunyai wewenang dalam ini dan terdapat sanksi pidananya jika diproses ke ranah hukum.

 

 

Koropak.co.id - Mall Perizinan Kota Tasikmalaya Mempercepat Pengajuan Perizinan

 

Baca : GMBI Kota Tasikmalaya Tuntut Kejelasan Pembangunan Rusunawa

Dalam pembuatan IMB, ucap Wakil Walikota, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Oleh sebab itu, guna memudahkannya, Pemkot Tasikmalaya berencana membuat Standar Operasional (SOP) pembuatan izin-izin, serta menciptakan Mall Perizinan, sebab jika tidak terselesaikan secara cepat akan menganggu jalannya proses pembangunan.

Dengan dibangun Mall Perizinan satu atap maka proses perizinan akan lebih cepat. Tidak itu saja, instansi vertikal seperti polisi, imigrasi atau lainnya dapat diselesikan dalam satu tempat.

"Hal ini menjadi suatu perubahan menuju hal-hal yang diharapkan oleh semua pihak terutama dari segi pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik, bahkan perizinan akan semakin cepat karena berada dalam satu tempat," kata Yusuf.*

 

Baca pula : Kaji Laporan Rusunawa di Kota Tasikmalaya yang Belum Berizin

 

 


Berita Terkait