Hasil UN Wilayah Jawa Barat di Bawah Rata-Rata Nasional

Rabu, 13 November 2019 23:50 Clara Aditia Provinsi

Hasil UN Wilayah Jawa Barat di Bawah Rata-Rata Nasional


Koropak.co.id - Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jawa Barat, Herry Pansila menyambut baik kegiatan Eksibisi Doea yang digelar SMAN 2 Ciamis, Kamis (13/11/2019). Adapun Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Deklarasi Peningkatan Mutu Pendidikan yang digelar dalam kegiatan tersebut, menjadi wujud komitmen sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan yang harus dibuktikan dengan hasil Ujian Nasional 2020.

"Hasil Ujian Nasional tahun ini, Ciamis dan daerah-daerah lain di Jabar masih berada di bawah rata-rata Jabar. Bahkan, Jabar sendiri berada di bawah rata-rata nasional, di luar 10 besar nasional. Oleh sebab itu Gubernur mengharapkan di UN tahun depan, Jabar bisa masuk 10 besar," katanya.

Guna meraihnya, ucap Herry, Gubernur mendorong guru dan orangtua bersinergi agar anaknya semangat bersekolah. Hal itu diwujudkan dengan ikrar dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Deklarasi Peningkatan Mutu Pendidikan.

"Mendorong anak semangat belajar tidak hanya tugas sekolah, namun juga diharapkan ada dorongan orangtua. Tanpa dorongan orangtua, akan sulit rasanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dukungan orangtua dapat diwujudkan dengan memberi perhatian kepada anak dengan menanyakan aktivitas anak di sekolah, hingga memberikan anak makanan yang cukup dan seimbang gizi," katanya.

 

 

Koropak.co.id - Hasil UN Wilayah Jawa Barat di Bawah Rata-Rata Nasional (1)

 

Baca : Segenap Warga SMAN 2 Ciamis Deklarasikan Peningkatan Mutu Pendidikan

 

Menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh pada 26 November 2019, kata Herry, seyogianya menjadi refleksi karakter guru sebagai sebuah aktor utama dalam menentukan sukses tidaknya peserta didik. Guru dituntut belajar meningkatkan kualitas dan menjalin hubungan baik dengan siswa, bahkan guru harus juga bisa menjadi sahabat bagi siswa. Sahabat yang dapat membantu mewujudkan masa depan siswa lebih baik.

Melirik keprihatinan guru honorer, kata Herry, bagaimanapun juga guru honorer merupakan sahabat guru PNS. Peran guru honorer cukup kontributif, tak kalah dengan guru-guru honorer. Para guru honorer juga memiliki hak dan kewajiban yang sama sesuai porsi masing-masing.

"Namun kami mendorong agar guru honorer bisa menunjukan profesionalisme, bisa ikut berkontribusi menciptakan peningkatan mutu pendidikan. Tunjukan bahwa guru honorer bisa bersaing dan bisa lebih hebat dari guru PNS," ucap Herry.*

 

Baca pula : Wow! Benarkah SMKN 1 Ciamis Bukan Untuk Orang Miskin?