Persoalan Sampah Bikin Berat Bagi Kabupaten Tasikmalaya Melangkah Maju

Rabu, 20 November 2019 23:14 D. Farhan Kamil Daerah

Persoalan Sampah Bikin Berat Bagi Kabupaten Tasikmalaya Melangkah Maju


Koropak.co.id - Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr. Faisal Soeparianto menyebutkan, setelah meraih penghargaan Swasti Saba Padapa pada hari Selasa (19/11/2019), bukan tidak mungkin bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk meraih pengharagaan kabupaten kota sehat (KKS) dengan level lebih tinggi, seperti Swasti Saba Wiwerda atau satu level di atasnya.

"Di sektor kesehatan, Kabupaten Tasikmalaya ini sudah mengalami progres luar biasa dan hampir merata di setiap kecamatan atau desa. Antara lain, keberhasilan program PHBS telah membuka pintu kesuksesan lainnya seperti peningkatan jumlah desa ODF, penurunan jumlah dan bayi stunting serta penurunan angka kematian ibu dan bayi. Artinya, tinggal beberapa langkah lagi menuju level Swasti Saba lebih tinggi dan sangat berpeluang," kata Faisal, Rabu (20/11/2019).

Tetapi yang menjadi permasalahan berat bagi Pemkab Tasikmalaya adalah, penanganan sampah yang sangat buruk. Dan jika persoalan sampah ini tidak mendapat pengendalian secara serius sejak dini, maka Kabupaten Tasikmalaya ini akan mandeg di level Padapa.

"Penghargaan sebagai Kabupaten Sehat dalam kategori Swasti Saba Padapa, hanya dua tatanan atau indikator yang harus tercapai di 25 persen jumlah desa yang ada. Sedangkan untuk Swasti Saba Wiwerda mencakup 9 tatanan yang harus tercapai di 50 persen jumlah desa atau 351 x 50 persen. Dan untuk saat ini kita berat di urusan sampah," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Persoalan Sampah Bikin Berat Bagi Kabupaten Tasikmalaya Melangkah Maju (2)

 

Maka terang Faisal, butuh terobosan yang harus dipikirkan bersama seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pemkab Tasikmalaya terutama DKPP dan LH agar keluar dari cemaruk sampah domestik.

"Kita tidak bisa meraih apresiasi lebih hebat dari pemerintah pusat dengan kondisi tempat pembuagan akhir (TPA) sampah seperti sekarang ini. Di daerah lain, mereka sudah melakukan dobrakan inovatif yakni mengintegarasikan pengelolaan sampah dengan teknologi modern untuk menghancurkan sampah. Dan yang lebih menarik adalah kepala daerah bisa mengontrol setiap saat melalui HP-nya yang sudah terkoneksi langsung dengan CCTV di TPA," tuturnya.

Maka tambah dia, seluruh pihak harus duduk bersama dan memikirkan solusi terbaik atas persoalan sampah ini.

"Kita bangga dengan diraihnya penghargaan Swasti Saba Padapa. Akan tetapi tidak cukup sampai di situ saja. Ke depan kita harus lebih termotivasi untuk meningkatkan kerja bagaimana masyarakat hidup lebih sehat dan umur harapan hidup semakin tinggi termasuk peningkatan IPM," ujarnya.*

 

Baca pula : Kali Pertama Pemkab Tasikmalaya Raih Swasti Saba Padapa

 


Berita Terkait