Penunggak Pajak Kendaraan Kini Bebas Denda dan Diskon Pajak

Kamis, 21 November 2019 08:34 Clara Aditia Daerah

Penunggak Pajak Kendaraan Kini Bebas Denda dan Diskon Pajak


Koropak.co.id - Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Kota Banjar, Ecep Sugiarto SE.M.AB menuturkan program Double Untung 10 - 10 yang digulirkan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat untuk dilaksanakan seluruh daerah wilayah Provinsi Jawa Barat, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyakat wajib pajak kendaraan bermotor untuk membayar pajak tepat waktu disamping untuk meningkatkan PAD.

Demikian disampaikan Ecep saat dijumpai Koropak di Kantor P3D Wilayah Kota Banjar, Kamis (21/11/2019). Dikatakan Ecep, program Doubel Untung 10-10 yang digulirkan mulai 10 November 2019 hingga 10 Desember 2019 ini memberikan keringanan bagi para wajib pajak kendaraan bermotor.

"Programnya berupa pembebasan semua denda pajak sekaligus diskon pajak bagi kendaran bermotor yang dendanya di atas 5 tahun atau lebih, cukup membayar 4 tahun saja," katanya.

Pembayaran Doubel Untung, kata Ecep, bisa dilakukan di semua layanan Bapenda termasuk Samsat J'bret, E-Samsat, Bank BJB, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya.

 

Koropak..co.id - Penunggak Pajak Kendaraan Kini Bebas Denda dan Diskon Pajak (2)

 

Untuk wajib pajak kendaran bermotor yang masa berlaku STNK-nya habis, kata Ecep, wajib pajak diharuskan membawa kendaraannya ke Samsat untuk didata ulang dengan membawa surat-surat kelengkapannya. Apabila kendaraan bermotornya masih atas nama orang lain, pengguna disarankan untuk segera melakukan Balik Nama (BBN).

Adapun upaya upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar membayar pajak tepat waktu, P3D Wilayah Kota Banjar terus melakukan sosialisasi di berbagai kegiatan kemasyarakatan untuk memberikan pemahaman bahwa pajak merupakan salah satu sumber pendanaan untuk pembangunan di daerah.

"Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat berupa pembangunan di daerah, sebab, pajak merupakan salah satu sumber PAD untuk penadaan untuk pembangunan di daerah," ujarnya.*


Baca pula : Persentase Pajak Kendaraan Diharap Pacu Pertumbuhan Pendapatan Daerah

 


Berita Terkait