Kemajuan Demi Kemajuan di Bidang Kesehatan Kian Nyata dan Terasa

Kamis, 21 November 2019 09:15 D. Farhan Kamil Daerah

Kemajuan Demi Kemajuan di Bidang Kesehatan Kian Nyata dan Terasa

 

Koropak.co.id - Meski mengalami trend menurun, angka stunting (bayi gagal tumbuh) di beberapa kecamatan terutama daerah pesisian, masih terbilang tinggi.

"Saat ini, tercatat tinggal 10 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya ini, dengan angka stunting di atas 30 persen. Sisanya sudah berada di bawah 30 persen. Target kita di tahun 2020 nanti, yang 10 kecamatan tadi berada di bawah 30 persen dan pada tahun 2023, seluruh kecamatan berada di angka kurang dari 20 persen," kata plt Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, dr. Faisal Soeparianto kepada Koropak, Rabu (20/11/2019).

Selain stunting, wujud komitmen Pemkab Tasikmalaya dalam membangun masyarakat sehat, pada tahun ini pemerintah secara pasti mampu menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). 

"Untuk AKI, di tahun 2019 ini tercatat sebanyak 19 orang. Tahun sebelumnya mencapai 28 orang. Dan untuk AKB, pada tahun ini mencapai 153 bayi, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 260 bayi," ujarnya.

Tahun ini juga tambah Faisal, Pemkab Tasikmalaya menerima penghargaan terbaik kedua di Jawa Barat tentang percepatan desa ODF (Open Defaction Free) atau terbebas dari BABS (Buang Air Besar Sembarangan).

Dari jumlah desa yang ada, ODF sudah mencakup 45 persennya sehingga menempatkan Kabupaten Tasikmalaya di urutan kedua di Jawa Barat setelah Karawang dalam upaya percepatan desa ODF.

"Data terkhir, hari ini kita mencatat sudah sekitar 188 desa ODF. Tahun depan 351 desa harus sudah ODF, sehingga lingkungan akan lebih bersih dan sehat, kehidupan masyarakat sehat serta nyaman dan berkualitas. Daerah pun menjadi kuat," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Kemajuan Demi Kemajuan di Bidang Kesehatan Kian Nyata dan Terasa (2)


Baca : Kali Pertama Pemkab Tasikmalaya Raih Swasti Saba Padapa


Lebih lanjut Faisal menyebutkan, pada tahun 2019 ini juga, Pemkab Tasikmalaya telah memiliki jalur pengendalian TBC. "Pemkab Tasikmalaya satu-satunya daerah di Jabar yang memiliki 6 Tes Cepat Molekuler (TCM) yang sebarannya terjangkau di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Ini merupakan terobosan yang dilakukan Pemkab Tasikmalaya untuk melayani masyarakat yang diduga terpapar TBC secara cepat dan mudah serta gratis.

Pemkab Tasikmalaya juga terang dia, menjadi satu satunya kabupaten dan kota di Priangan Timur yang sudah memiliki poliklinik TB MDR (Multidrug-Resistant Tuberculosis) atau tuberkulosis (TB) yang resisten/kebal terhadap manfaat obat anti TB yang paling kuat, tepatnya di RSUD SMC.

"Alhamdulilah kemajuan demi kemajuan di bidang kesehatan kian nyata dan terasa. Ini berkat kerja sama antara semua pihak termasuk masyarakat untuk mewujudkan kabupaten ini sebagai kota sehat dan mandiri," ucapnya.

Capaian kemajuan lain yang sangat membanggakan lanjut Faisal, belum lama ini pemerintah pusat memberikan sertifikat eleminasi malaria setelah semenjak 25 tahun Kabupaten Tasikmalaya ini ditetapkan sebagai daerah yang diwaspadai wabah malaria.

"Manfaatnya, masyarakat maupun turis yang akan memasuki ke satu daerah di Kabupaten Tasikmalaya, tak perlu lagi khawatir akan terjangkit wabah malaria. Meskipun kewaspadaan diri itu tetap harus dijaga," ucapnya.*


Baca pula : Persoalan Sampah Bikin Berat Bagi Kabupaten-Tasikmalaya Melangkah-Maju