Jemaah First Travel Minta Asetnya DiKembalikan Bukan Dirampas

Senin, 25 November 2019 17:11 Eris Kuswara Nasional

Jemaah First Travel Minta Asetnya DiKembalikan Bukan Dirampas


Koropak.co.id - Polemik terkait putusan Mahkamah Agung (MA) atas aset-aset milik jemaah korban umroh bodong First Travel, yang kini disita dan menjadi miliki negara, menimbulkan reaksi keras dari para korban.

Mereka sangat kecewa meskipun pemilik First Travel divonis dengan hukuman pidana 20 tahun dan 18 tahun penjara. Namun sayang seluruh aset perusahaan yang menjadi barang bukti tidak dikembalikan kepada jemaah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Senin (25/11/2019), aset-aset tersebut menjadi barang rampasan negara dan tidak dikembalikan kepada jemaah. Bahkan putusan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Depok itu juga, pada akhirnya turut dikuatkan oleh MA dalam putusan kasasi Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, putusan MA menjadi anomali, karena aset First Travel yang tersisa sudah selayaknya menjadi hak jemaah yang tertipu dari promo umrah bodong tersebut.

Ditambah lagi dalam perkara ini, negara sendiri tidak mengalami kerugian sehingga membuat putusan ini dinilainya salah jalur.

"Sudah seharusnya ini menjadi hak konsumen, tetapi sekarang tahu-tahunya aset tersebut disita untuk negara. Itu kan tidak ada pada jalur yang sebenarnya karena bukan kerugian negara, melainkan konsumen yang dirugikan. Kenapa sekarang malah negara yang diuntungkan," kata Tulus, Jumat (22/11/2019).

Ditambahkan, pihaknya juga menilai sudah seharusnya negara ikut berkontribusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para jamaah First Travel. Namun sayangnya putusan MA ini justru meimbulkan masalah baru. Selain itu, majelis hakim MA juga seharusnya bisa membuat terobosan agar tidak memicu konflik di masyarakat terutama untuk para jamaah First Travel.

"Seharusnya putusan hakim itu juga menciptakan sebuah terobosan, seperti membuat komisi ganti rugi untuk menyusun formulasi mengenai bagaimana bentuk pengembalian kerugian, agar jemaah tidak merasa dirugikan oleh putusan tersebut," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Jemaah First Travel Minta Asetnya DiKembalikan Bukan Dirampas (1)

 

Baca : Kontroversi Larangan Cadar Dan Celana Cingkrang Bagi ASN

Sementara itu, salah seorang jemaah First Travel, Zuherial mengaku kecewa dengan putusan MA yang menyita seluruh aset First Travel menjadi milik negara. Bahkan dia mengaku heran terhadap putusan tersebut, dikarenakan negara sama sekali tidak dirugikan dalam perkara ini.

"Itu kan bukan uang korupsi. Ini merupakan uang untuk berangkat umrah dan naik haji. Sehingga negara tidak berhak mengambilnya dan harus dikembalikan ke jemaah," kata Zuherial.

Zuherial menuturkan, dari total kerugiannya sebesar Rp 908 miliar, aset yang tersisa saat ini hanya sebesar Rp 38 miliar saja dan jika dibagikan kepada seluruh jemaah, maka setiap jemaahnya kurang lebih hanya akan mendapatkan Rp 50 ribu.

"Saya berharap pak presiden dapat memperhatikan kasus ini dan saya juga meminta agar proses hukumnya diungkap ulang. Uang itu dari awal sudah tidak transparan, contohnya untuk restoran yang ada di Nusa Dua Bali, rumah mewah di Sentul dan lainnya itu juga tidak ada," tuturnya.*

 

Baca : Bandingkan Nabi Muhammad, Cucu Bung Karno Dipolisikan Korlabi