Menjamurnya Galian Pasir Ilegal dan Praktik Rentenir Buat Masyarakat Resah

Senin, 25 November 2019 21:56 Eris Kuswara Parlemen

Menjamurnya Galian Pasir Ilegal dan Praktik Rentenir Buat Masyarakat Resah


Koropak.co.id - Gabungan Barudak Tasikmalaya (Gabrutas) menggeruduk DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (25/11/2019). Mereka menuntut agar pihak eksekutif dan legislatif bisa menyelesaikan masalah terkait permasalahan menjamurnya galian type c dan rentenir yang semakin hari semakin meresahkan masyarakat Kota Tasikmalaya.

Dijumpai Koropak, Koordinator Gabrutas sekaligus selaku aktivis Kota Tasikmalaya, Ir Nanang Nurjamil mengatakan, tujuan diadakannya audiensi kali ini adalah dalam rangka menyampaikan aspirasi dari masyarakat terkait 2 poin permasalahan yaitu tentang galian pasir ilegal dan maraknya praktik rentenir atau lebih dikenal dengan istilah "Bank Emok".

"DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memberikan apresiasinya dan akan segera ditindaklanjuti dengan membentuk tim terpadu untuk menyelesaikan masalah galian c dan praktik rentenir," katanya.

Dikatakan Nanang, agar galian pasir ilegal ini bisa ditertibkan dan korban dari praktik rentenir ini bisa diminimalisasi, turut diusulkan untuk dibentuk Koperasi Melawan Kemiskinan dan Rentenir (Kowanir) di setiap RW secara stimulan dengan modal awalnya didanai dari bantuan APBD.

Ditambahkan Nanang, kerusakan lingkungan di Kota Tasikmalaya yang diakibatkan galian c sudah sangat mengerikan. Dari 80 galian pasir di Kota Tasikmalaya, faktanya hanya 2 galian yang memiliki izin, sehingga selebihnya adalah kegiatan yang ilegal dan tidak memenuhi kaidah-kaidah dan persyaratan yang ditentukan sesuai dengan regulasi yang ada.

"Pasir merupakan sumber daya alam yang tidak bisa terbarui, sehingga eksploitasinya harus bisa dikendalikan agar lingkungan menjadi tidak cepat rusak," katanya.

 

Koropak.co.id - Menjamurnya Galian Pasir Ilegal dan Praktik Rentenir Buat Masyarakat Resah (2)

 

Hal terpenting, ucap Nanang, bagi setiap perusahaan yang melakukan penggalian pasir, mereka harus bisa memenuhi tugas dan reklamasinya. Bahkan menurut informasi, ternyata galian pasirnya disuplay untuk daerah lain sementara Kota Tasikmalaya hanya kebagian rusaknya saja.

"Langkah selanjutnya, kami akan menunggu pembentukan tim terpadu yang mengkaji semuanya, mulai dari pengawasan, evaluasi dan menginventarisasi mengenai berapa jumlah galian yang real di lapangan hingga persyaratan administrasinya. Jika memang ada fakta dan pelanggaran hukum, nantinya akan turun aparat penegak hukum," ujarnya.

Dari aspek lingkungan, Nanang berharap, keseimbangan ekosistemnya harus bisa terjaga dan tidak boleh berubah meskipun lingkungan tersebut berubah. Masyarakat menginginkan agar lingkungan bisa tetap terjaga.

"Kita ketahui Situ Gede sekarang berbeda dengan dulu, saat musim kemarau sepanjang apapun Situ Gede tidak akan mengalami kekeringan seperti saat ini. Setelah dilakukan investigasi, ternyata mata air yang menyuplay ke area Situ Gede hilang akibat adanya galian pasir. Kami berharap lingkungan dan sumber daya alam di Kota Tasikmalaya bisa tetap terjaga," tuturnya.*

 

Baca : Menjamurnya Galian Pasir Ilegal dan Praktik Rentenir Buat Masyarakat Resah


Berita Terkait