Jadi Komisaris Utama PT Pertamina, Ahok Ditentang Serikat Pekerja?

Selasa, 26 November 2019 22:47 Eris Kuswara Nasional

Jadi Komisaris Utama PT Pertamina, Ahok Ditentang Serikat Pekerja?

  

Koropak.co.id - Beberapa waktu lalu, PT Pertamina (Persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat. Dalam rapat tersebut, disampaikan ada perombakan terhadap satu anggota direksi dan tiga dewan komisaris untuk PT Pertamina (Persero).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak dari detik, Selasa (26/11/2019) keputusan tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-282/MBU/11/2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perseroan (Persero) PT Pertamina serta SK-283/MBU/11/2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina yang ditetapkan pada 22 November 2019.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan rincian perombakan di PT Pertamina seiring dengan diangkatnya Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini menjadi Direktur Keuangan Pertamina menggantikan Pahala Mansury.

Kemudian mengangkat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) menggantikan Tanri Abeng. Mengangkat Budi Gunadi Sadikin menjadi Wakil Komisaris Utama menggantikan Arcandra Tahar serta mengangkat mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Condro Kirono sebagai Komisaris menggantikan Gatot Trihargo.

 

Koropak.co.id - Jadi Komisaris Utama PT Pertamina, Ahok Ditentang Serikat Pekerja

 

Mengenai pengangkatan dirinya jadi komisaris utama, Ahok mengatakan dia akan mengikuti aturan main yang berlaku. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menegaskan jika memang aturannya mengharuskan dirinya mundur dari partai, maka dia siap untuk mengikutinya.

"Saya akan mengikuti aturan main yang ada. Jika memang aturannya mengharuskan saya mundur dari partai, maka kita harus mengikuti aturan tersebut," kata Ahok.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, bahwa siapapun yang nantinya ditunjuk sebagai komisaris utama di perusahaan milik negara, maka dia harus mundur dari partai politik, termasuk juga Ahok.

"Semua yang akan menjadi komisaris di BUMN, terlebih lagi direksi, maka dia harus mundur dari partai," ujar Erick.

Diangkatnya Ahok jadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sempat menimbulkan pertentangan Serikat Pekerja Pertamina. Mereka membentangkan spanduk yang berisi penolakan terhadap Ahok untuk mengisi jabatan di Pertamina.

Dalam spanduk tersebut tertulis "Pertamina tetap wajib utuh, tolak siapa pun yang suka bikin rusuh, memilih figur tukang gaduh, dan bersiaplah Pertamina segera runtuh".*

 

Baca : Bertemu Erick Thohir, Ahok Jadi Bos BUMN?


 


Berita Terkait