Wacana Pemilihan Presiden Oleh MPR Menuai Pro Kontra

Sabtu, 30 November 2019 20:22 Eris Kuswara Nasional

Wacana Pemilihan Presiden Oleh MPR Menuai Pro Kontra


Koropak.co.id - Kembali mengemukanya wacana mengenai pemilihan presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memunculkan pro dan kontra. Selain itu, usulan agar presiden dipilih kembali oleh MPR ini pun dinilai akan mengembalikan sistem politik Indonesia ke zaman Orde Baru (Orba).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Sabtu (30/11/2019) pada awalnya, wacana pemilihan presiden oleh MPR itu dicetuskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj setelah mengikuti kegiatan pertemuan tertutup dengan para pimpinan MPR. Menurutnya, wacana tersebut merupakan hasil dari Musyawarah Nasional (Munas) NU yang dilaksanakan di Kempek, Cirebon, Jawa Barat.

"Tentang pemilihan presiden kembali dipilih MPR, itu merupakan keputusan Munas NU di Kempek, Cirebon pada tahun 2012 lalu. Usulan muncul setelah adanya pertimbangan antara manfaat dan dampak negatif dari pemilihan presiden secara langsung dan salah satu persoalannya adalah biaya yang besar," kata Said Aqil.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pun mengaku tidak setuju dengan usul Said Aqil tersebut karena dinilai usulan tersebut berpotensi akan mengulang sistem politik zaman orde baru (orba). Menurutnya, wacana itu seolah-olah bisa membuka kotak pandora untuk kembali ke zaman orba.

"Sangat potensial sekali dan bisa mengulang kembali apa yang terjadi di era orde baru, karena wacana ini tidak akan berhenti di sini saja. Pastinya nanti akan ada lanjutan yang menjadi pembenaran dikarenakan masalah pertimbangan biaya, keutuhan bangsa, dan kebutuhan pada figur yang baik," kata Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

 

Koropak.co.id - Wacana Pemilihan Presiden Oleh MPR Menuai Pro Kontra (2)

 

Baca : Jadi Komisaris Utama PT Pertamina? Ahok Ditentang Serikat Pekerja

 

Namun, terdapat pula pihak yang setuju, salah satunya adalah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang mengaku memahami alasan PBNU yang melempar wacana presiden dipilih oleh MPR. Menurutnya, pemilihan presiden langsung juga bisa membawa banyak mudarat dibandingkan dengan manfaatnya.

"Sesungguhnya setiap usulan itu pastinya memiliki alasan yang jelas, dan dalam hal ini PBNU sudah menilai pemilihan presiden secara langsung itu lebih banyak membawa mudarat daripada manfaatnya. Oleh karena itu saya bisa memahami betul pertimbangan tersebut," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago .

Terdapat pula pihak yang menantikan adanya kajian terkait wacana tersebut. Salah satunya adalah Ketua DPR RI, Puan Maharani yang menegaskan bahwa harus ada kajian terlebih dahulu terkait dengan manfaat dari usulan tersebut.

"Itu semua akan dibahas di Komisi II DPR RI, karena wacana itu kan masih menjadi satu wacana yang harus kita lihat dulu kajiannya. Apakah kita akan kembali ke belakang dan mundur serta apakah itu akan ada manfaatnya untuk ke depan," kata Puan.*

 

Baca pula : Jemaah First Travel Minta Asetnya Dikembalikan Bukan Dirampas

 


Berita Terkait