DMI Kabupaten Tasikmalaya Perdalam Hisab Arah Kiblat

Minggu, 01 Desember 2019 21:24 D. Farhan Kamil Daerah

DMI Kabupaten Tasikmalaya Perdalam Hisab Arah Kiblat

 

Koropak.co.id - Arah qiblat atau kiblat, menjadi hal yang sangat krusial dalam Islam bahkan untuk urusan yang satu ini, bisa mengakibatkan ibadah sholat seseorang tidak sah jika tidak benar-benar menghadap ke arahnya dalam hal ini Kabah. Kecuali dalam kondisi tertentu seperti saat di atas kendaraan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, arah kiblat kerap menjadi isu menarik yang diperbincangkan di kalangan tertentu yang memiliki kepedulian, seiring dengan munculnya fenomena bencana alam seperti gempa bumi yang dikhawatirkan memengaruhi arah kiblat yang kemudian menuntut diakurasi. Meskipun faktanya arah kiblat tidak terpengaruh oleh gempa bumi.

Demikian hal itu dikatakan Wakil Ketua PD DMI Kabupaten Tasikmalaya, Dr. KH. Acep Zoni Mubarok, seusai membuka acara pelatihan ilmu Falak dalam menentukan arah kiblat, awal tahun Hijriah dan jadwal sholat, dengan menghadirkan master ilmu Falak Kabupaten Tasikmalaya, KH. Ade Daruttahqiq di Pesantren Srahtarjuningrahayu Kiarakuda, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (1/11/2019).

Hadir dalam pelatihan tersebut, Ketua dan jajaran pengurus harian serta pengurus PD DMI Kabupaten Tasikmalaya.

 

Koropak.co.id - DMI Kabupaten Tasikmalaya Perdalam Hisab Arah Kiblat (2)

 

"DMI erat kaitan dengan urusan masjid, maka untuk menjawab persoalan-persoalan yang sering muncul di masyarakat terutama arah kiblat dan jadwal sholat. Hari ini kita mengadakan pelatihan hisab arah kiblat dan jadwal sholat dengan harapan seluruh pengurus DMI mengenal, memahami dan menguasai ilmu Falak, keagungan khazanah pengetahuan Islam," kata Wakil Ketua PD DMI Kabupaten Tasikmalaya, Dr. KH. Acep Zoni Mubarok.

Urusan arah kiblat bagi umat Islam khususnya di Tasikmalaya yang tidak berhadapan langsung dengan Kabah Baitullah, menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui apalagi berhubungan dengan urusan ibadah yang memerlukan akurasi arah. Karena satu digit kesalahan sudut atau derajat, maka berpengaruh terhadap panjang jarak serong ke titik Kabah. Meski dalam Islam ada ruang-ruang toleransi yang difahami.

"Hasil perhitungan sesuai rumus-rumus yang digunakan oleh para ahli ilmu Falak, jarak Tasikmalaya ke Kabah adalah sekitar 8.124 kilo meter. Kita berhasil menghitung bahwa kesalahan 1 sudut (derajat), menghasilkan angka 142 kilo meter serong dari Kabah," ujarnya.

Ditambahkan, pelatihan ilmu Falak ini rencananya akan terus dilaksanakan sehingga para peserta betul-betul menguasi materi secara detil dan jelas. "Ke depan mereka diharapkan mampu menyampaikan kembali keilmuan tersebut kepada masyarakat secara luas. Paling tidak di lingkungan DKM-DKM," ucapnya.*


Baca : PW DMI Siap Kawal Program Pemprov Jabar

 


Berita Terkait