Pementasan Wayang Golek Tutup Rangkaian Kibar Budaya Jilid 5

Jum'at, 06 Desember 2019 10:22 Erni Nur'aeni Daerah

Pementasan Wayang Golek Tutup Rangkaian Kibar Budaya Jilid 5


Koropak.co.id - Pagelaran Wayang Golek yang dilaksanakan oleh Rumpun Padalangan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) dalam Kibar Budaya Jilid 5 yang digelar di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Kamis (5/12/2019) dipadati oleh ratusan siswa.

Wakil Ketua DKKT Hendra J Rustandi mengatakan pementasan wayang golek oleh Rumpun Padalangan menjadi kegiatan terakhir di pagelaran Kibar Budaya Jilid 5.

"Berakhirnya Kibar Budaya bukan berakhir pula perjuangan DKKT dalam menyosialisasikan seni budaya di Kota Tasikmalaya. DKKT akan terus menggelorakan spirit melestarikan seni budaya dengan turut menyentuh generasi muda," katanya.

Selama 5 tahun berkiprah, kata Hendra, patut disyukuri bahwa program-program DKKT dapat diterima oleh masyarakat. Dengan melibatkan generasi muda dalam setiap pagelarannya, menjadi salah satu upaya dalam menyelamatkan generasi penerus untuk membentengi kelestarian budaya lokal dari arus globalisasi yang sangat pesat.

"Melalui Kibar Budaya ini, kami pun memberikan ruang untuk para seniman agar dapat berekspresi memberikan tontonan yang akan menjadi tuntunan," katanya.

  Koropak.co.id - Pementasan Wayang Golek Tutup Rangkaian Kibar Budaya Jilid 5

 

Baca : Baca : Generasi Milenial Harus Mampu Lanjutkan Warisan Padalangan

Ke depan, kata Hendra, kepenguusan DKKT yang baru harus dapat meneruskan program yang telah dirintis. Bukan hanya sekedar melaksanakan pertujukan akan tetapi melakukan sosialisasi, seminar bahkan workshop seni budaya.

"Tidak memberikan tontonan tetapi memberikan wawasan, pencerahan mengenai seni kebudayaan yang ada di Kota Tasikmalaya. Tak boleh ketinggalan menjaring generasi muda yang senang pada kesenian termasuk padalangan," katanya.

Kesulitan yang dihadapi, ucap Hendra, tidak hanya padalangan saja namun kesenian lain pun mengalami kendala, yaitu dalam segi pelaksanaan pagelaran, sehingga DKKT berupaya mengusulkan Perda Kebudayaan.

"Ke depannya Perda ini menjadikan kode etik dalam kebudayaan. Alhamdulillah usulan kami sudah direspons dengan baik oleh pihak birokrasi serta legislatif. Kelak dengan adanya Perda Kebudayaan, dapat terwujud payung hukum bagi event organizer dari luar Kota Tasikmalaya yang akan menggelar event di Kota Tasikmalaya agar lebih mematuhi aturan yang ada," katanya.*

 

Baca pula : Regenerasi Dalang dan Pelestarian Wayang Sangat Diperlukan

 


Berita Terkait