Inilah Kronologi Pemerasan Oknum Wartawan Kepada Kontraktor

Jum'at, 06 Desember 2019 21:03 Eris Kuswara Daerah

Inilah Kronologi Pemerasan Oknum Wartawan Kepada Kontraktor

 

Koropak.co.id - Menindaklanjuti aksi intimidasi dan pemerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengaku wartawan kepada salah seorang kontraktor, Gabungan Barudak Tasikmalaya (Gabrutas) melaporkan tindakan yang dilakukan sejumlah oknum tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (6/12/2019).

Kepada Koropak, Dewan Pembina Gabungan Barudak Tasikmalaya (Gabrutas), Ir Nanang Nurjamil mengatakan, hari ini Gabrutas melakukan pelaporan terkait dengan anggota Gabrutas atas nama Apep yang diintimidasi oknum wartawan.

Apep mempunyai pekerjaan pembangunan saluran irigasi. Namun tiba-tiba dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan dan menyatakan bahwa proyek yang dikerjakannya tidak sesuai dengan spesifikasi.

"Singkat cerita rekan kami ini meminta kepada Dinas PUPR untuk melakukan inspeksi lapangan bersama-sama dan ternyata tidak ditemukan, karena proyek tersebut juga baru berjalan 1 hari. Karena tidak ditemukan, oknum tersebut meminta agar proyek tersebut dibongkar. Mungkin tukang dan rekan kami ini ketakutan pada akhirnya proyek tersebut dibongkar dan menjadi rusak," kata Nanang.

 

 

Koropak.co.id - Inilah Kronologi Pemerasan Oknum Wartawan Kepada Kontraktor

 

Baca : Wartawan Abal-Abal Nodai Citra Jurnalisme

Ditambahkan Nanang, oknum tersebut juga meminta uang Rp 10 juta dan turun menjadi Rp 7 juta karena korban tidak ingin memberikannya. Akan tetapi pada saat inspeksi pertama juga pihak lapangan sudah memberikan uang sebesar Rp 300.000 untuk bensin yang sudah mereka terima.

"Setelah terus memaksa, maka disepakati uang yang akan diberikan Rp 2 juta kepada oknum tersebut. Selain itu, rekan kami juga meminta untuk dimediasi, namun sayangnya tidak ada respon dari oknum tersebut untuk bermusyawarah dan tabayyun secara kekeluargaan. Hal ini tentunya menimbulkan kemarahan dari anggota Gabrutas yang lain," ucapnya.

Nanang menuturkan, untuk menjaga kondusifitas, pada akhirnya jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah melalui jalur hukum dengan melaporkan secara resmi ke Polres Tasikmalaya Kota.

Ketika proses ini berlanjut, Gabrutas juga akan menunjuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jawara yang siap menjadi penasehat hukum dari kasus ini.

"Sebenarnya dalam menyelesaikan masalah apapun, kami ingin menyelesaikannya secara tabayyun dan bermusyawarah secara kekeluargaan. Namun karena upaya ini tidak direspon dan daripada anggota Gabrutas turun tangan langsung yang akan berakibat pada kondusifitas pada akhirnya dilakukan pelaporan," ujarnya.*

 

Baca pula : Oknum Wartawan Peras Pengusaha Bolu Ciamis

 


Berita Terkait