Langkah Hukum Diambil Untuk Berikan Efek Jera

Jum'at, 06 Desember 2019 21:41 Eris Kuswara Daerah

Langkah Hukum Diambil Untuk Berikan Efek Jera

 


Koropak.co.id - Untuk menciptakan kondusifitas, Dewan Pembina Gabungan Barudak Tasikmalaya (Gabrutas) melaporkan 7 oknum yang mengaku wartawan dan melakukan aksi intimidasi dan pemerasan kepada salah seorang kontraktor ke Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (6/12/2019).

"Dikarenakan upaya musyawarah dan tabayyun secara kekeluargaan tidak mendapatkan respon dari oknum tersebut. Agar tidak terjadi keributan dengan turunnya anggota Gabrutas, maka kami harus menempuh jalur hukum untuk menjaga kondusifitas," kata Nanang saat dijumpai Koropak di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tasikmalaya Kota.

Nanang mengimbau, bagi anggota Gabrutas dan masyarakat Kota Tasikmalaya untuk bersama-sama menjalankan profesinya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Jangan sampai profesi ini dijadikan alat untuk melakukan intimidasi dan pemerasan.

"Terlebih lagi turut ditambah dengan perusakan sehingga pelaku akan mendapatkan pasal yang berlapis. Saya juga berpesan kepada kontraktor untuk tidak membiasakan diri takut karena intimidasi dan memenuhi permintaan oknum dan mengurangi spesifikasi proyek, karena yang dirugikan pastinya masyarakat," ucapnya.

Dikatakan Nanang, termasuk juga untuk para pejabat di Dinas terkait untuk tidak takut dengan adanya intimidasi dan pemerasan karena Polres juga tentunya sangat terbuka untuk menerima segala keluhan dari masyarakat.

 

 

Koropak.co.id - Langkah Hukum Diambil Untuk Berikan Efek Jera

 

Baca : Inilah Kronologi Pemerasan Oknum Wartawan Kepada Kontraktor


"Media di Kota Tasikmalaya juga sudah kondusif, sehingga jangan sampai hanya karena satu oknum yang mengaku wartawan berinisial A ini merusak citra wartawan lainnya yang sudah benar-benar menjalankan kode etik jurnalis dan tupoksi-nya ikut tercoreng," ujarnya.

Sementara itu, korban sekaligus Anggota Gabungan Barudak Tasikmalaya (Gabrutas), Apep mengatakan, kejadian awalnya dia didatangi 7 oknum yang mengaku wartawan ke lokasi proyek dan mengatakan bahwa proyeknya belum memiliki pondasi dan tidak menanyakan bagaimana pekerjaannya.

"Kemudian mereka pun mengambil foto proyek yang berada di Jalan Terusan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Sementara itu, untuk kejadian pembongkaran sendiri terjadi pada Senin (2/12/2019)," kata Apep.

Ditambahkan Apep, Ketujuh oknum tersebut turut meminta uang sebesar Rp 10 juta, namun karena tidak setuju kemudian turun menjadi Rp 7 juta. Dia pun melakukan penawaran, sehingga kembali turun menjadi Rp 2 juta dan sudah disepakati.

"Akan tetapi sampai saat ini uang sebesar Rp 2 juta tersebut belum diambil. Dikarenakan saya merasa kesal dan kecewa dengan tindakan yang dilakukan oknum tersebut, sehingga melalui Gabrutas saya melakukan pelaporan untuk memberikan efek jera kepada mereka," ucapnya.*

 

Baca pula : Sinergitas Polri-Pers, Wartawan Terima Penghargaan Kapolres

 


Berita Terkait