Maraknya Penebangan Pohon, Jadi Catatan Serius LPHI Tasikmalaya

Sabtu, 07 Desember 2019 12:28 Eris Kuswara Daerah

Maraknya Penebangan Pohon, Jadi Catatan Serius LPHI Tasikmalaya



Koropak.co.id - Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup Indonesia (LPHI) Kota Tasikmalaya datangi DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (6/12/2019) untuk meminta solusi terbaik terkait dengan masalah maraknya penebangan pohon di Kota Tasikmalaya yang menjadi catatan serius untuk segera diselesaikan.

Bertempat di Ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya, LPHI Kota Tasikmalaya pun diterima oleh Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya. Sementara itu kegiatan audiensi dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Bagas Suryono.

Ketua LPHI Kota Tasikmalaya, Asep Devo mengatakan, kedatangan LPHI Kota Tasikmalata ke DPRD Kota Tasikmalaya merupakan suatu bentuk keprihatinan pihaknya dengan semakin maraknya penebangan pohon di Kota Tasikmalaya yang semakin hari semakin meresahkan dan dapat merusak lingkungan.

 

Baca : Gejolak Penebangan Pohon, Dewan Akan Evaluasi Manajemen

"Satu pohon yang ditebang juga sudah jelas ada aturan dan sanksinya yang berujung pada pidana. Bahkan masalah ini juga turut diatur dalam Undang-Undang Tahun 2019 dan Perda 2014 Nomor 37. Terdapat beberapa Pohon di ruas jalan di Kota Tasikmalaya ditebang. Kemudian di Letjen Mashudi, ada 7 titik pohon yang ditebang dan tidak memiliki izin untuk penebangan," kata Asep.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Bagas Suryono menuturkan, penebangan pohon jangan dilakukan seenaknya saja karena harus ada prosedur terlebih dahulu yang harus ditempuh serta harus berkoordinasi juga dengan dinas terkait.

"Penebangan pohon ini harus memiliki alasan yang kuat dan jangan sampai tindakan penebangan dilakukan hanya untuk kepentingan sekelompok atau perusahaan saja. Selain itu mengenai aset penebangan pohon, diketahui hingga saat ini masih ada sesuai dari Dinas Pertanaman. Oleh karena itu, kami menyarankan alangkah baiknya untuk dihibahkan saja dikarenakan nilai asetnya juga tidak begitu besar," tutur Bagas.*

 

Baca pula : Pemerhati Lingkungan Hidup Serbu Dewan

 


Berita Terkait