Talkshow Anti Korupsi Tumbuhkan Kesadaran Mahasiswa

Rabu, 11 Desember 2019 18:55 Clara Aditia Daerah

Talkshow Anti Korupsi Tumbuhkan Kesadaran Mahasiswa

 

Koropak.co.id - Ketua Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya, Dwiadi Cahyadi, SH., M.Hum menuturkan digelarnya Talkshow Anti Korupsi bagi mahasiswa STHG Tasikmalaya, Rabu (11/12/2019) bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dari mahasiswa dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

Hadir dalam talkshow tersebut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tasikmalaya, Leo Jimmi Agustinus, SH.,MH, dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, SH, bersama sejumlah tamu undangan lain.

"Melalui kegiatan ini, kami sampaikan pesan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Internasional bukan hanya sekedar seremonial. Namun menjadi ajang untuk memberikan pemahaman apa itu korupsi, bagaimana korupsi meracuni sendi kehidupan bangsa, serta bagaimana upaya mencegahnya," tuturnya.

Ditambahkan Dwiadi, sebagai agent of change, melalui talkshow tersebut diharapkan pengetahuan tentang pencegahan korupsi di kalangan mahasiswa bertambah dan mereka dapat menyebarkannya kepada masyarakat luas.

"Diharapkan mahasiswa dan segenap unsur masyarakat dapat mengetahui dan mengenali perilaku tindak pidana korupsi mulai dari bibitnya, sehingga bisa dicegah sedini mungkin untuk tidak berkembang lebih lanjut," katanya.

Dwiadi menambahkan di Kota Tasikmalaya sendiri, sejauh ini upaya pencegahan korupsi sudah semakin baik, meskipun budaya korupsi bukan hal yang mudah untuk diberantas.

"Seringkali masyarakat tidak menyadari perbuatan-perbuatan kecil yang merupakan bagian dari tindak pidana korupsi. Namun diharapkan dengan terus diedukasi, semakin lama masyarakat semakin menyadari perbuatan-perbuatan korupsi, sehingga akan tumbuh kesadaran bersama untuk mencegahnya, minimal menghindari perilaku yang mengarah kepada tindak pidana korupsi," ucap Dwiadi.

 

Koropak.co.id - Talkshow Anti Korupsi Tumbuhkan Kesadaran Mahasiswa

 

Banyak faktor yang dapat menumbuhkan budaya laten tindak pidana korupsi. Salah satunya persepsi yang salah antara proses dan produk atau hasil.

"Saat ini masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa proses sama pentingnya dengan produk. Tidak jarang masyarakat lebih mementingkan hasil terbaik tanpa memperhatikan baik dan tidaknya proses yang ditempuh, apalagi proses yang dilakukan secara instan dengan menghalalkan cara. Itu merupakan bentuk kecil tindak pidana korupsi," katanya.

Oleh sebab itu, kata Dwiadi, diharapkan melalui edukasi secara kontinyu dan masif, diharapkan masyarakat dapat menghindari segala bentuk tindak pidana korupsi, sekecil apapun bentuknya.

"Kita hindari cara instan dapatkan produk. Ikutilah proses secara baik guna mendapatkan hasil yang baik pula. Tanamkan dalam diri bahwa proses sama pentingnya dengan produk," tutur Dwiadi.*

 

Baca : Kejari Tasikmalaya, Edukasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi