Hari Ibu, Bupati Ade Ucapkan Selamat dan Edukasi Warga Soal SDM

Minggu, 22 Desember 2019 22:23 D. Farhan Kamil Daerah

Hari Ibu, Bupati Ade Ucapkan Selamat dan Edukasi Warga Soal SDM


Koropak.co.id - Untuk membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Tasikmalaya, diawali dengan perlakuan yang benar sesuai setandar kesehatan, sejak bayi dalam kandungan. Bahkan sejak masa pembuahan atau konsepsi, dimana sel telur ibu dibuahi sperma ayah.

Dalam hal ini, asupan gizi yang cukup menjadi syarat utama, agar bayi dalam kandungan tumbuh sehat dan dilahirkan dalam kondisi sempurna terlepas dari stunting (kerdil) atau gagal tumbuh.

"Isu stunting menjadi sangat krusial ketika berbicara soal SDM. Sebab IQ/kecerdasan orang stunting itu lebih rendah dibanding orang normal. Ketika IQ rendah maka kualitas kehidupanpun rendah," kata Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, dihadapan sedikitnya 500 ibu-ibu warga Desa Tanjungsari Kecamatan Salawu, dalam kegiatan pengobatan gratis, sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dan stunting serta pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, dalam rangka Hari Ibu ke-91, di Gedung Serbaguna Desa Tanjungsari, kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (22/12/2019).

Itulah alasan mengapa pemerintah terus bekerja keras untuk menekan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya, dengan berbagai cara dan pendekatan termasuk salah satunya melalui pendekatan lingkungan bersih dan sehat, melengkapi imunisasi dan memperhatikan sanitasi.

Dalam kegiatan yang diinisaisi oleh PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya dan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) itu, bupati mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hidup bersih dan sehat serta memperhatikan kebutuhan gizi dalam kehidupan terutama bagi ibu-ibu hamil.

 

Koropak.cp.id - Hari Ibu, Bupati Ade Ucapkan Selamat dan Edukasi Warga Soal SDM (2)

 

Baca : Bupati Tasikmalaya: Hari Ibu Perlu Pemaknaan Lebih

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Atep Abdul Cholik menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya pemerintah dan juga PDI Perjuangan yang ikut membantu mengurangi dan menuntaskan persoalan stunting di Tanjungsari.

"Jujur, dari 12 desa di Kecamatan Salawu, Desa Tanjungsari merupakan desa dengan kasus stunting terbanyak. Hingga tahun ini, tercatat ada 50 bayi stunting. Maka sangat tepat kegiatan sosialisasi stunting dan bantuan ini diberikan di desa kami. Apalagi hari ini desa ini dihuni banyak ibu hamil," tutur Atep.

Faktor penyebab tingginya angka stunting di Desa Tanjungsari antara lain, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan gizi bagi ibu hamil. Di samping itu juga ditunjang oleh faktor luas wilayah desa yang berada di posisi kedua terluas dari 12 desa yang ada. Apalagi desa ini terdapat lima titik rawan bencana pergeseran tanah, sehingga mempengaruhi terhadap pola hidup masyarakat di tempat rawan tersebut.

"Ini yang kami butuhkan. Dimana pemerintah hadir dan memberikan edukasi tentang bahaya stunting dan pentingnya hidup bersih serta sehat, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Harapan kami, kegiatan ini dilakukan berkesinambungan," ujarnya.*

 

Baca : Skor IQ Anak Stunting Lebih Rendah Ketimbang Anak Normal

 


Berita Terkait