Skor IQ Anak Stunting Lebih Rendah Ketimbang Anak Normal

Senin, 23 Desember 2019 08:02 D. Farhan Kamil Daerah

Skor IQ Anak Stunting Lebih Rendah Ketimbang Anak Normal

 

Koropak.co.id - Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, dr. Ratih menyebutkan, Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan intelektual stunting, 6 sampai dengan 12 poin lebih rendah dari teman sebayanya yang normal alias tidak stunting.

Di samping itu, stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, menurunkan produktivitas kerja pasar yang mengakibatkan hilangnya Gross Domestic Product (GDP), mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20 persen dan melebarnya kesenjangan sehingga mengurangi 10% total pendapatan seumur hidup.

"Maka kemiskinan antar-generasi akan terjadi terus menerus jika stunting tidak segera ditanggulangi," kata dr. Ratih di sela-sela kegiatan penyuluhan, pencegahan stunting dan HIV/AIDS di Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-91 di Desa Tanjungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (22/12/2019).

Menurutnya, stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya terjadi pada masyarakat miskin, sebab stunting juga dialami oleh keluarga dengan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi yang berkecukupan. Artinya persoalannya adalah pada tingkat pemahaman masyarakat.

"Di desa ini banyak ibu hamil dan penting diedukasi mengenai pencegahan stunting, dimana definisi kasar stunting itu adalah bayi lahir kurang dari 48 centi meter. Yaitu dengan pemenuhan gizi optimum pada seribu hari pertama kehidupan atau dua tahun kehidupan manusia sebagai fase perkembangan otak manusia," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Skor IQ Anak Stunting Lebih Rendah Ketimbang Anak Normal (2)

 

Baca : Dinkes Prioritaskan Penanganan Stunting di Kabupaten Tasikmalaya

Ditambahkan, untuk perkembangan otak maksimum, membutuhkan zat bergizi pada 270 hari di dalam rahim atau 9 bulan kehamilan ditambah 730 hari di luar rahim. "Investasi untuk membentuk kualitas sumber daya manusia yang optimum itu, dimulai dari masa kehamilan bahkan sejak masa konsepsi dimana ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki," ucapnya.

Tidak hanya soal gizi, sanitasi lingkungan buruk juga, berpengaruh terhadap prevalensi stunting. "Maka Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya hari ini terus mengobarkan semangat untuk membangun kabupaten sehat salah satunya dengan ODF. Dan pada tahun ini, Kabupaten Tasikmalaya mendapat penghargaan kedua tercepat desa ODF di Jawa Barat," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bidang Perempuan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Dina Mardiana mengatakan, selain pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, dan pemeriksaan kesehatan gratis, pihaknya juga memberikan pemeriksaan gratis HIVATES atau deteksi dini kanker serviks.

"Dari sekian banyak ibu-ibu yang diperiksa tim medis dari DKPP dan Puskesmas Salawu, ada beberapa perempuan yang terindikasi kangker serviks. Kita akan terus advokasi sehingga mereka betul-betul terbebas dari ancaman kanker serviks. Hal ini pula yang menjadi tugas kami di partai sesuai instruksi Ibu Megawati untuk Indonesia terbebas kanker serviks," ujarnya.*

 

 

Baca : Hari Ibu, Bupati Ade Ucapkan Selamat dan Edukasi Warga Soal SDM 


Berita Terkait