Dua Hari Lagi, Syukur Waktu 8 Digelar di Taman Kota Tasikmalaya

Rabu, 25 Desember 2019 17:38 Erni Nur'aeni Daerah

Dua Hari Lagi, Syukur Waktu 8 Digelar di Taman Kota Tasikmalaya


Koropak.co.id - Dua hari lagi, tepatnya Jumat (27/12/2019) Festival Seni Budaya Akhir Tahun bertajuk Syukur Waktu 8 akan dilangsungkan di Taman Kota Tasikmalaya, yang ditandai dengan pembukaan Pameran Lukisan dan Melukis Bersama.

Pembukaan Syukur Waktu 8 juga akan dimeriahkan dengan penampilan Katara Badranaya (Kacabol), Majasti (Blues), Stay Fungky (Pop), Karuhun 019 (Pop), Kalimusdla (Kontemporer), Rasda, Nilna, Alfi (Deklamasi), serta I'tikaf Pancatengah (Akustik Shalawat).

Dijumpai Koropak, Rabu (25/12/2019), Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) Tasikmalaya, Ashmansyah Timutiah yang akrab disapa Acong menuturkan Syukur Waktu 8 merupakan acara yang digagas KCT yang turut melibatkan berbagai komunitas seni di Tasikmalaya.

"Syukur Waktu 8 akan dimeriahkan serangkaian acara hingga malam pergantian tahun. Syukur Waktu akan dibuka dengan Pameran Lukisan dan Melukis Bersama. Uniknya, beberapa pelukis akan melukis secara serempak dalam satu media kanvas," ucapnya.

Ditambahkan Acong, telah disiapkan 3 kanvas besar ukuran 2 x 3 Meter. Selanjutnya akan diisi dan disempurnakan oleh para seniman lukis.

 

Koropak.co.id - Dua Hari Lagi, Syukur Waktu 8 Digelar di Taman Kota Tasikmalaya (2)

 

 

Baca : Syukur Waktu Ciptakan Ruang Publik di Kota Tasikmalaya Bernuansa Seni

 

Kemudian kegiatan ini pun akan melibatkan berbagai komponen masyarakat, mengingat Syukur Waktu 8 dipersembahkan untuk masyarakat. Tidak hanya sekedar melukis tetapi masyarakat juga menikmati berbagai hiburan yang disuguhkan. Bahkan ada beragam kaulinan budak, seperti oray-orayan yang dikemas dalam konsep tarian dan nyanyian.

Acong berharap, Syukur Waktu 8 dapat menjadi media seniman bersama masyarakat untuk mensyukuri waktu sebagai ruang refleksi seni untuk merenungi proses kreatif kesenian sepanjang tahun 2019.

"Kami membuka ruang apresiasi publik sebagai ruang kegembiraan, kebahagiaan dan pencerahan bagi masyarakat di momentum malam pergantian tahun. Kami ingin mewarnai kota dengan seni budaya sebab kota bukan hanya milik segelintir orang, bukan sekedar milik pengusaha yang hanya menyuburkan konsumtif dan kehausan. Akan tetapi kota yang lebih ramah, beradab dan indah," katanya.*

 

Baca : Karya 20 Fotografer Terpilih, Siap Digelar Festival Seni Akhir Tahun


Berita Terkait