Ratusan Umat Islam Dari Berbagai Ormas di Tasikmalaya Rapatkan Barisan

Rabu, 25 Desember 2019 19:41 D. Farhan Kamil Daerah

Ratusan Umat Islam Dari Berbagai Ormas di Tasikmalaya Rapatkan Barisan


Koropak.co.id - Sebanyak 800 umat Islam dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, menghadiri acara pengajian bersama Forum Kerjasama Ormas Islam dan shillaturrahim muslimin Kabupaten Tasikmalaya, di Masjid Baiturrahman, Kompleks Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Jalan Raya Bypass Bojongkoneng, Singaparna, Rabu (25/12/2019). 

Pengajian bersama sekaligus silaturahmi muslimin itu, mengangkat tema "Demi membumikan nilai Islam yang bersaudara rukun dan damai. Dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya Drs. KH. Atam Rustam M.Pd, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Drs. Dadan Ahmad Sofyan M.Pd, Ketua PD PERSIS Kabupaten Tasikmalaya Ustadz Yuyu Wahyu S.THi., MM, Ketua PD PUI Kabupaten Tasikmalaya H. Dedi Zulharman M.Ag dan Ketua FPI Kabupaten Tasikmalaya KH. Muhammad Sofyan Anshori.

Hadir pula dalam pengajian tersebut, Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, Forkompimda dan alum ulama serta pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

"Sudah tidak dapat disangkal, di mana saat ini begitu kuatnya upaya-upaya kelompok tertentu yang hendak membenturkan ormas Islam yang satu dengan yang lainnya. Sasarannya jelas adalah perpecahan di antara umat Islam yang hakikatnya satu tubuh. Maka hari ini, kita berkumpul dan merapatkan barisan untuk memperkuat ukhuwah. Dan nyatanya, kita masih bersatu," kata Ketua Panitia, KH. Atam Rustam.

 

Koropak.co.id -  Ratusan Umat Islam Dari Berbagai Ormas di Tasikmalaya Rapatkan Barisan (2)

 

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Ii Abdul Basith menegaskan, dalam kehidupan ini, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Jika menghendaki satu macam, maka mudah bagi Allah SWT.

Berbeda-beda adalah suatu hal yang pasti harus terjadi. Perbedaan dan keragaman satu sisi bisa menjadi konflik dan di sisi lain menciptakan
keindahan manakala ada kerukunan.

"Dengan perbedaan itu bisa membangun persatuan sehingga memunculkan keindahan, keharmonian, perdamaian dan persatuan. Tidak ada kata persatuan jika tidak ada perbedaan. Tugas kita adalah menghindari setiap hal yang menimbulkan keretakan. Sebagaimana kisah Nabi Muhammad SAW yang dengan cepat dan penuh cinta, ia menutup potensi konflik antara kaum Ansor dengan Muhajirin," tutur KH. Ii.

Ia berharap, semua ormas manapun termasuk individu, harus dapat menjaga serta mengendalikan ucap dan perilaku yang menimbulkan keretakan atau perpecahan.

"Sebagai pilar penyangga agama Islam dan bangsa, Ormas Islam harus mampu menetralkan setiap persoalan di lingkungan sekitar berkaitan dengan isu sara atau ujaran kebencian. Harus disepakati bersama bahwa Ormas Islam siap membantu dan menjaga perdamaian," ujarnya. *

 

Baca : Inilah Pesan Perdana Ketua Umum MUI Kabupaten Tasikmalaya


Berita Terkait