BNPB Proyeksikan Potensi Bencana Alam di Tahun 2020

Rabu, 01 Januari 2020 00:15 Dede Hadiyana Nasional

BNPB Proyeksikan Potensi Bencana Alam di Tahun 2020


Koropak.co.id - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo memproyeksikan perkiraan bencana di tahun 2020 mendatang yang dihimpun dari berbagai sumber.

Kejadian-kejadian bencana yang harus diwaspadai meliputi jenis bencana geologi seperti gempa bumi yang disusul tsunami serta jenis bencana vulkanologi seperti erupsi gunung api.

"Proyeksi tersebut sesuai dengan data prakiraan potensi bencana dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan terdapat enam titik zona potensi aktif berdasarkan seismisitas 2019 meliputi Nias, Lombok-Sumba, Ambon, Banda, dan Mamberamo," kata Agus dalam Konferensi Pers bertajuk "Refleksi Kejadian Bencana Tahun 2019 dan Potensi Ancaman Bencana di Tahun 2020" di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau agar daerah yang berpotensi memiliki kerawanan bencana tingkat tinggi tersebut untuk selalu waspada dan meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan, baik itu dari tingkat pemerintahan daerah hingga masyarakat.

"Sebagai pedoman dan pengingat yang baik kepada masyarakat, kami meminta agar segala informasi peringatan dini yang dirilis oleh BMKG dapat dijadikan sebagai perhitungan dan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan," ujarnya.

 

Koropak.co.id - BNPB Proyeksikan Potensi Bencana di Tahun 2020 (1)

 

Baca : Kilas Balik Kejadian Bencana Alam di Tahun 2019

 

Kepala BNPB, Doni Monardo menuturkan langkah yang diambil BNPB senantiasa berfokus pada upaya pencegahan, sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo, yakni pencegahan merupakan hal yang mutlak dan harus dilakukan.

"Kami juga mengingatkan agar kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat harus dapat berjalan beriringan. Terlibatnya unsur ahli dan pakar serta fungsi peran kearifan lokal pun harus digunakan sebagai langkah untuk memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat agar dapat diterapkan menjadi budaya yang baik," ucap Doni.

Menyadarkan masyarakat, kata Doni, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, harus adanya campur tangan kearifan lokan yang ada di tengah masyarakat, baik tokoh adat maupun tokoh agama. Pasalnya, permasalahan bencana merupakan urusan bersama.*

 

Baca pula : BMKG Rilis Wilayah Yang Berpotensi Hujan Disertai Petir Dan Angin

 


Berita Terkait