Terungkap Penyebab Puluhan Warga Manonjaya Keracunan

Kamis, 02 Januari 2020 20:55 D. Farhan Kamil Daerah

Terungkap Penyebab Puluhan Warga Manonjaya Keracunan


Koropak.co.id - Puluhan anak dan orang dewasa warga Kampung Sukamaju dan Cihaur Desa Cihaur, Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, berangsur-angsur mendatangi Puskesmas Manonjaya. Mereka mengeluhkan mual, pusing dan diare yang dirasakan. Diduga akibat keracunan pasca mengkonsumsi nasi kotak.

Berdasarkan catatan pihak puskesmas, sedikitnya sudah ada 31 warga yang memeriksakan diri dan berobat ke puskesmas, sejak Rabu (1/1/2020) kemarin. Dari jumlah tersebut, ada yang berangsur pulang karena kondisinya membaik, tujuh orang dirawat di puskesmas dan satu orang dirujuk ke RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya.

"Mereka datang dengan keluhan sama, pusing, mual dan diare. Dugaan sementara keracunan makanan, tapi itu belum pasti karena butuh uji lab," ucap salah satu Petugas Puskesmas Andi, saat dikonfirmasi Koropak, Kamis (2/1/2020).

Salah seorang korban, Jajang Nurjaman (34) mengatakan ia merasakan pusing, mual dan terus menerus buang air besar, setelah menyantap hidangan yang dikirim tetangganya dalam rangka syukuran malam tahun baru. Jajang menegaskan, tidak ada yang aneh dari rasa ataupun bentuk hidangan yang disajikan mulai dari nasi, daging ayam, tahu, kentang, mie instan, dan sejumlah makanan ringan.

"Besoknya langsung diare, mual-mual dan pusing. Minum obat dulu tapi ga sembuh akhirnya ke Puskesmas," ujarnya.

 

 

Koropak.co.id - Terungkap Penyebab Puluhan Warga Manonjaya Keracunan (1)

 

Baca : Penanganan Pertama Korban Keracunan Obat

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Desa Cihaur Kecamatan Manonjaya, Yayat Jatnika menyebutkan beberapa warga yang mendapatkan perawatan intensif di puskesmas, mengaku mengeluhkan mual, pusing dan diare yang dialami sejak minggu lalu, seiring dengan datangna musim hujan.

"Memang dari dua minggu ke belakang, ada banyak yang sakit seperti itu. Nah selama dua hari ini jumlah penderita menjadi bertambah," tuturnya.

Yayat memperkirakan, keracunan masal itu bisa disebabkan beberapa faktor. Pertama karena musim pancaroba atau peralihan cuaca dari kemarau menjadi musim hujan.

"Jadi udara itu mengandung bau tanah, ada gas. Penyebab kedua bisa juga keracunan makanan karena pas malam tahun baru ada warga yang syukuran," ujarnya.

Ditambahkan Yayat, saat ini pihaknya masih fokus memberikan pertolongan kepada warga. Karena khawatir banyak warga yang mengeluh sakit tetapi tidak berobat ke puskesmas.

"Kita fokus menolong korban saja, untuk penyebabnya kita tunggu keterangan pihak kesehatan berdasarkan hasil laboratorium," ucapnya.*


Baca pula : Satu Keluarga di Banjar Keracunan