Berkah Menjual 2 Ekor Domba Tunanetra ini Dapat Rumah

Jum'at, 03 Januari 2020 13:55 D. Farhan Kamil Daerah

Berkah Menjual 2 Ekor Domba Tunanetra ini Dapat Rumah

 

Koropak.co.id - Haru bercampur bahagia. Tak banyak kata-kata yang terucap dari mulut Nana (55), penyandang tuna netra sejak lahir warga Kampung Cilingga RT 04 RW 03, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selain kata-kata syukur meluncur membasahi bibirnya.

Ia baru saja mendapatkan kembali dua ekor kambing miliknya yang sekian lama ia rawat dan dipelihara, namun kemudian terpaksa dijualnya demi menambah perbaikan rumah panggung reyot yang sekian lama ia huni berama istri terkasih, Ny. Mumun (60), Kamis (02/01/2020).

Tak hanya domba peliharaannya. Nana yang selama ini berkerja serabutan sesuai pesanan tetangga, seperti bersih-bersih kebun, memetik kelapa dan memberi pakan ternak itu, menerima hadiah istimewa berupa perbaikan rumahnya menjadi rumah layak huni

Hal itu berkat kehadiran para donatur yang iba dan terpanggil hatinya untuk memberikan bantuan meringankan beban Nana sang muadzin masjid di Kampung Cilingga.

Nana dan istinya, sempat menangis haru ketika menerima dua ekor domba dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dari Direktorat Jendral Penyedia Perumahan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), H. Indi Nurdiansah.

"Alhamdulillah, saya sangat berterimakasih kepada yang telah membantu merenovasi rumah, membangunnya dan kini memberi dua ekor domba yang biasa saya pelihara," tutur Nana dengan kepala tertunduk haru.

 

Koropak.co.id - Berkah Menjual 2 Ekor Domba Tunanetra ini Dapat Rumah (2)

 

Baca : Gebu Bisa Menuntas 3 RTLH Setiap Bulannya



Pembangunan rumah melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) tahun 2019 ini hampir selesai. Nana dengan istrinya bisa segera menempati rumahnya yang lebih layak huni, dengan satu kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi.

Meskipun nilai bantuan pembangunan rumah hanya Rp 15 juta untuk material dan Rp 2,5 juta untuk upah kerja pegawai, namun realisasinya mampu selesai dengan baik. Hal ini berkat dukungan swadaya masyarakat setempat yang turut menjadi donatur, baik menyumbang pasir, semen, kayu maupun tenaga.

Sementara itu, H Indi Nurdiansah mengatakan, program BSPS di Kabupaten Tasikmalaya penyerapannya sudah 100 persen. Ia berniat akan melanjutkan kembali program bantuan serupa di Kabupaten Tasikmalaya, meski jumlah kuotanya belum diketahui pasti. Karena kuota penyalurannya diputuskan Menteri PUPR.

Ketua Tim Teknis BSPS Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahman ST menyebutkan dari hasil pendataan di Kabupaten Tasikmalaya setidaknya masih ada sebanyak 65 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) yang harus dibantu. Secara bertahap pihaknya mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi Jabar. Dan untuk tahun ini telah diusulkan sebanyak 4 ribu lebih RTLH.*


Baca pula : Bupati Tasikmalaya, Angka Kemiskinan Masih Tinggi 


Berita Terkait