Tragis! Sejak 74 Tahun Jalan 3 Desa di Tasikmalaya Ini Tak Tersentuh Aspal

Jum'at, 03 Januari 2020 18:04 D. Farhan Kamil Desa

Tragis! Sejak 74 Tahun Jalan 3 Desa di Tasikmalaya Ini Tak Tersentuh Aspal


Koropak.co.id - Selama 74 tahun semenjak kemerdekaan bangsa Indonesia, jalan kabupaten sepanjang 8 kilometer yang melintasi tiga desa, yakni Desa Puspasari, Sukasari dan Mandalasari Kecamatan Puspahiang, hingga saat ini belum tersentuh aspal.

Akses jalan vital dengan kontur tanah ini, di beberapa titik ruas jalan hanya menyisakan batu brangkal dan bebatuan besar serta lobang menganga. Sehingga mobilitas transportasi roda empat masyarakat, terhambat.

"Kondisi jalan ini layaknya sungai kering dengan bebatuan ukuran besar maupun kecil. Padahal ini sangat vital sebagai akses masyarakat menuju fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan termasuk mobilitas ekonomi masyarakat," kata Kepala Desa Mandalasari Cuncun Khaerudin saat dijumpai Koropak, Jumat (3/1/2020).

Apalagi, ucap Cuncun, jika ada ibu hamil yang hendak melahirkan, warga sering mengeluh akibat sulitnya mengakses Puskesmas Puspahiang yang harus melewati jalan tersebut, apalagi harus ke RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya.

"Warga tidak butuh jalan hotmix. Minimal aspal yang penting mobilitas masyarakat lancar," ujarnya.

 

Baca : Jalan Berlobang Ancaman Pengendara

 

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Mandalasari, Tantan Herdiana menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap status jalan kabupaten ini yang harusnya mendapat prioritas perbaikan agar perekonomian warga menjadi lebih baik.

"Warga di sini kan banyak berkebun dan penghasil gula aren, padi serta palawija lainya, mereka kesulitan akses ke kota karena jalannya rusak. Biaya transportasi juga jadi mahal kalau naik angkutan. Kami menuntut pemerintah segera turun ke lapangan," tutur Tantan.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya, Atep Dadi Sumardi mengaku, terkait jalan kabupaten di Kecamatan Puspahiang, pemerintah bukan tidak memperhatikan.

 

Baca pula : Untuk Jabatan Sekda Kudu Pakai Mahar Tiket Perjalanan Ke Luar Negeri?

Namun kendala keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah, menjadi permasalahannya.

"Dari 1.303 kilometer panjang jalan kabupaten, sekitar 32 persennya atau 500 kilo meter masih rusak, termasuk di Puspahiang. Sementara anggaran dari DAU, DAK, Bankeu dan Banprov terbatas, tidak sesuai kebutuhan pemantapan dan pembangunan jalan," ucap dia. 

Sedangkan setiap tahunnya termasuk tahun 2020 ini, anggara untuk pemantapan, peningkatan dan pembangunan jalan kabupaten, pemkab Tasikmalaya mempunyai anggaran Rp 130 miliar. Anggaran sebesar itupun hanya bisa dialokasikan untuk peningkatkan dan pembangunan jalan antara 30-40 kilo meter.

Jadi, tutur Atep, bukan karena pemerintah tidak memprioritaskan. Tetapi ada kriteria tertentu dalam penggunaan DAK, DAU, Bankeu dan Banprov. Seperti pertimbangan aspek geografis atau jalan tersebut merupakan penghubung jalan provinsi.

"Secara politis perlu ada dorongan kuat aspirasi dewan di dapil wilayah tersebut. Mudah-mudahan khusus untuk jalan kabupaten di Desa Mandalasari Kecamatan Puspahiang, ke depan bisa dibuat perencanaan anggaran. Dan diupayakan bisa dilakukan pemantapan dan peningkatan jalan," ujarnya.*

 

Baca pula : Tak Terima Dituduh Mencuri, Ribuan Santri Kepung Indomaret di Tasikmalaya


Berita Terkait