Kenaikan Tarif Iuran BPJS, Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Senin, 06 Januari 2020 23:23 Erni Nur'aeni Daerah

Kenaikan Tarif Iuran BPJS, Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan


Koropak.co.id - Kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan yang melonjak 2 kali lipat memang membuat masyarakat resah sebab harus mengeluarkan uang lebih hanya untuk membayar iuran bulanan secara lebih.

Menanggapinya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Dr. Uus Supangat mengatakan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat sehingga harus dilaksanakan di seluruh daerah. Namun kenaikan tersebut tentunya disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan.

"Salah satu kendala terdapat di Penerima Bantuan Iuran (PBI) meskipun diberikan bantuan dari pusat untuk membayar iuran BPJS, namun beban pun ikut bertambah sebab pemerintah harus menambah jumlah anggaran untuk menutupi subsidi iuran BPJS bagi PBI," katanya.

Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres Nomor 83 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, kenaikan iuran berlaku untuk semua peserta BPJS yakni PBI, peserta penerima upah, dan peserta mandiri atau pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan bukan pekerja.

 

Koropak.co.id - Kenaikan Tarif Iuran BPJS, Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan (2)

 

Baca : BPJS Naik 100 Persen, Walikota Harapkan Evaluasi Nasional

Perubahan iuran tersebut yaitu, iuran peserta PBPU dan bukan pekerja kelas III yang awalnya Rp 25.500 per orang per bulan, naik menjadi Rp 42.000 per orang per bulan. Kemudian kelas II dari Rp 51.000 naik menjadi Rp 110.000.

Sedangkan untuk tarif iuran kelas I naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per orang per bulan yang berlaku mulai Januari 2020. Kenaikan tarif ini pula membuat masyarakat berbondong-bondong berpindah ke kelas yang lebih rendah karena merasa berat dengan iuran yang tinggi.*

 

Baca pula : Sebanyak 34 ASN Terima SK Pensiun Dari Walikota Tasikmalaya

 


Berita Terkait