Anak Punk di Tasikmalaya, Generasi Penerus yang Harus Diselamatkan

Kamis, 09 Januari 2020 22:37 Eris Kuswara Daerah

Anak Punk di Tasikmalaya, Generasi Penerus yang Harus Diselamatkan


Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Bisakah Anak Punk Berubah?" yang digelar Forum Peduli Tasik (FPT) di Asia Resto Plaza Asia Tasikmalaya, Kamis (9/1/2020).

Walikota mengapresiasi komitmen bersama dari FPT dan seluruh stakeholder terkait. Menurutnya, permasalahan anak punk tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah yang mesti didukung oleh semua pihak terkait agar bisa terselesaikan.

"Oleh karena itu ke depan harus ada pembinaan untuk anak punk yang merupakan generasi penerus bangsa. Bahkan hingga saat ini Dinas Sosial Kota Tasikmalaya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjalan terus melakukan operasi," kata Walikota.

Ditambahkan Walikota, lebih dari 200 anak punk tercatat di Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, namun tidak diketahui juga apakah mereka semua berasal dari Kota Tasikmalaya atau tidak karena para pengamen yang berada di Tasikmalaya saat ini juga banyak yang berasal dari luar daerah.

"Menindaklanjuti pertemuan hari ini, kita semua harus memiliki prinsip untuk bisa menyelesaikan permasalahannya. Tidak hanya menyangkut masalah anak punk, kasus lainnya seperti kasus Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) saja saat ini tercatat sebanyak 26 kasus," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Anak Punk di Tasikmalaya, Generasi Penerus yang Harus Diselamatkan (2)

 

 Baca : Anak Punk Dibawah Umur Sudah Tidak Memiliki Keinginan Bersekolah


Termasuk juga mengenai masalah anak jalanan, Pekerja Seks Komersial (PSK), penyakit HIV/AIDS dan berbagai masalah lainnya harus bisa diselesaikan. Namun saat ini Pemerintah bersama stakeholder terkait untuk fokus terlebih dahulu terhadap masalah anak punk yang ada di Kota Tasikmalaya.

"Saat ini bagaimana kita harus melakukan pembinaan terhadap mereka termasuk didalamnya dengan memberikan pelatihan. Dengan kolaborasi antara pemerintah melalui berbagai programnya seperti Wirausaha Baru (WUB), bersama TNI, Polri siap untuk bahu membahu menyelesaikan masalah ini. Bahkan ada lembaga, yayasan serta pondok pesantren yang siap menampung anak punk tersebut," ujarnya.

Dikatakan Walikota, pada prinsipnya, pemerintah sendiri ingin menyelamatkan anak punk sehingga jangan sampai mereka memiliki kehidupan yang tidak jelas dan lama kelamaan mereka dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk hal-hal negatif.*

 

Baca pula : Keberadaan Anak Punk Bisa Picu Permasalahan di Tengah Masyarakat

 


Berita Terkait