Keberadaan Anak Punk Bisa Picu Permasalahan di Tengah Masyarakat

Kamis, 09 Januari 2020 22:55 Eris Kuswara Daerah

Keberadaan Anak Punk Bisa Picu Permasalahan di Tengah Masyarakat

 

Koropak.co.id - Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana bersyukur dengan ditandatangani nota kesepahaman untuk menangani permasalahan anak punk yang ada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Dengan ditandatangani nota kesepahaman tersebut, maka ke depan akan dibentuk satgas yang akan merencanakan program yang nyata dan konkret untuk menangani permasalahan anak punk.

"Setelah penandatanganan ini, kami akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu bersama dengan orang-orang yang kompeten terhadap permasalahan ini. Setelah itu akan dibuat SK, barulah tim akan langsung terjun ke lapangan untuk mulai beraksi mengamankan anak-anak punk," kata Dandim 0612 Tasikmalaya kepada Koropak selepas mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Asia Resto Plaza Asia Tasikmalaya, Kamis (9/1/2020).

Ditambahkan Dandim, anak punk ini bisa menjadi potensi masalah yang jika dibiarkan akan semakin kompleks mulai dari segi ideologi semakin melebar dan dari segi jumlah pun akan semakin bertambah banyak anak punk yang baru. Oleh karena itu sebelum terjadi, mulai dari saat ini diselesaikan akar permasalahannya.

"Dari 26 kasus yang disampaikan Dinas Sosial, saya memilih kasus anak punk karena dampak yang bisa ditimbulkannya mulai dari kesehatan, ideologi, sosial dan lainnya. Dampak lainnya yang bisa ditimbulkan adalah bencana demografi, penyebaran difteri yang disebabkan anak-anak punk, penyakit menular seksual dan lainnya," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Keberadaan Anak Punk Bisa Picu Permasalahan di Tengah Masyarakat (2)

 

Baca : Anak Punk di Tasikmalaya. Generasi Penerus yang Harus Diselamatkan

 

Dituturkan Dandim, anak punk juga bisa membahayakan NKRI seperti dari ideologi, karena mereka memiliki ideologi anarkisme. Kemudian dari segi ekonomi juga akan mengganggu laju perekonomian satu daerah secara tidak langsung hingga berdampak dari segi sosial. Karena, anak-anak kecil bisa mencontoh atau imitating ketika mereka tidak enak berada di rumah kemudian mencontoh kebiasan anak punk selanjutnya mereka pun ikut.

"Inilah penyebab mengapa jumlah anak punk semakin bertambah, kami sendiri membagi 3 kategori untuk anak punk ini mulai dari ada anak punk yang sudah sangat lama, ada yang hanya ikut-ikutan dan ada yang hanya dari cara berpakaian saja. Dan anak punk yang ikut-ikutan inilah yang menjadi sorotan kami terlebih dahulu," ujarnya.*

 

Baca pula : Anak Punk Dibawah Umur Sudah Tidak Memiliki Keinginan Bersekolah

 

 


Berita Terkait