Anak Punk Dibawah Umur Sudah Tidak Memiliki Keinginan Bersekolah

Jum'at, 10 Januari 2020 07:42 Eris Kuswara Daerah

Anak Punk Dibawah Umur Sudah Tidak Memiliki Keinginan Bersekolah

 

Koropak.co.id - Anak-anak punk memiliki mindset atau pola pikir yang berbeda seperti anak pada umumnya, terkadang untuk anak-anak punk dibawah umur tidak memiliki keinginan untuk bisa kembali sekolah. Sehingga harus dilakukan tindakan pendekatan secara persuasif, konseling dan psikologi dengan mengubah pola pikirnya serta menyelesaikan permasalahan kejiwaannya.

Demikian disampaikan Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana kepada Koropak selepas mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Asia Resto Plaza Asia Tasikmalaya, Kamis (9/1/2020).

"Anak punk ini berkaitan dengan mindset atau pola pikir, jadi harus dilakukan pendekatan secara persuasif, konseling dan psikologi. Oleh karena itu harus terlebih dahulu mengubah pola pikirnya serta menyelesaikan setiap permasalahan kejiwaan yang dialami anak-anak punk tersebut," katanya.

 

Koropak.co.id - Anak Punk Dibawah Umur Sudah Tidak Memiliki Keinginan Bersekolah (2)

 

Baca : Keberadaan Anak Punk Bisa Picu Permasalahan di Tengah Masyarakat


Ditambahkan Dandim, kemudian untuk anak-anak punk yang sudah tua atau lama, akan dilakukan tindakan razia, ditangkap dan dilakukan brainwash dengan memberikan pemahaman yang baru dan harus diarahkan. Selain itu pihaknya juga sudah mendengar bahwa ada beberapa anak punk yang sudah tua itu turut melakukan tindakan pengeksploitasian anak.

"Anak-anak punk ini tidak bertumpu di satu titik, karena mereka memang nomaden atau berpindah-pindah tempat. Dikarenakan sulit untuk mengamankan anak-anak punk yang sering berpindah tempat, maka kami saat ini lebih fokus untuk mengamankan anak-anak punk Tasikmalaya yang memang benar-benar tinggal di seputaran Kota dan Kabupaten Tasikmalaya," ucapnya.

Dandim menuturkan, terkait dengan 22 anak punk yang dibawah umur tadi, itu hanya sebagai sample dan akan dibicarakan lebih lanjut dengan Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya. Namun pihaknya bersyukur bahwa ada beberapa Yayasan dan Baznas siap untuk menampung mereka semua.

"Diketahui anak-anak punk dibawah umur tersebut sudah tidak mempunyai keinginan sekolah, sehingga nanti kami akan melakukan cara untuk meningkatkan kembali keinginannya bersekolah. Sehingga kami berharap kedepannya mereka semua bisa kembali sekolah dan melakukan aktivitas seperti anak-anak pada umumnya," katanya.*

  

Baca pula : Anak Punk di Tasikmalaya, Generasi Penerus yang Harus Diselamatkan


Berita Terkait