Gegara Proyek Perbaikan Saluran Cikunten, Petani Menjerit

Minggu, 12 Januari 2020 23:33 D. Farhan Kamil Daerah

Gegara Proyek Perbaikan Saluran Cikunten, Petani Menjerit

 

Koropak.co.id - Proyek pekerjaan perbaikan / normalisasi Sungai Cikunten beberapa pekan lalu, ternyata menyisakan persoalan bagi masyarakat di Kampung Cijeruk Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna. Selain jalan rusak parah dan got jebol akibat sering dilalui alat berat berupa backhoe (alat pengeruk) serta kendaraan pengangkut material hasil kerukan, sejumlah sawah milik petani pun mengalami kerusakan.

Akibatnya, beberapa petani mengalami kerugian tidak sedikit. Seperti yang terjadi di blok 6 Cikunten. Sekitar 270 bata sawah milik warga Kampung Cijeruk RT 19 RW 04 B, mengalami gagal panen akibat terendam air saat padi sedang berbuah yang terjadi sejak bulan Desember 2019 hingga saat ini.

"Aliran air di selokan tumplek masuk sawah tersebut, karena jalur selokan (susukan) terbendung oleh material tanah dan batu bragkal dari sungai Cikunten yang dikeruk dan dibuang sembarangan oleh para petugas proyek," kata Ketua RW 04B Cijeruk Cintaraja, Mahmud Diana, Mingggu (12/1/2020).

Diakui Mahmud, beberapa kali ia menemui petugas pelaksana pekerjaan proyek Cikunten dan melaporkan kerusakan jalan dan got serta genangan air di sawah yang sudah mendekati waktu panen. Bahkan laporan tersebut dibuktikan dengan foto-foto fakta di lapangan.

 

Koropak.co.id - Gegara Proyek Perbaikan Saluran Cikunten, Petani Menjerit (2)

 

Baca : Exit Tol Bandung-Tasikmalaya Ada di Desa Cikunten Kecamatan Singaparna


Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak penanggung jawab proyek Cikunten. Jalan dan got rusak tetap dibiarkan termasuk aliran selokan yang tertutup material tanah dan batu.

"Kami terpaksa secara swadaya memperbaiki jalan yang rusak serta aliran selokan yang tersendat dengan cara mengevakuasi material tanah dan brangkal ke tempat lain. Namun kemampuan warga sangat terbatas sehingga proses perbaikan tidak maksimal," ujarnya.

Ia berharap kepada pihak pengelola Cikunten agar segera turun ke lapangan dan memperbaiki kerusakan jalan yang notabene jalan hidup serta akses vital bagi warga menuju kota dan fasilitas publik antara lain sekolah, pasar dan Puskesmas atau rumah sakit," tuturnya.

Di samping perbaikan jalan, Ia juga meminta perbaikan selokan dan ganti rugi bagi warga yang sawahnya terendam air.*


Baca pula : Kerusakan Badan Jalan Lebih Cepat Karena Genangan Air

 


Berita Terkait