Kepada Dewan, Pepmatas Jeritkan Karut Marut Penataan PKL Cihideung

Senin, 13 Januari 2020 11:19 Clara Aditia Parlemen

Kepada Dewan, Pepmatas Jeritkan Karut Marut Penataan PKL Cihideung

 

Koropak.co.id - Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya menerima audiensi Perkumpulan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya (Pepmatas) yang dilangsungkan di Ruang Rapat Komisi, Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (13/1/2020).

Dalam audiensi tersebut, Pepmatas yang dipimpin Dewan Pembina Pepmatas, Ir. Nanang Nurjamil mengeluhkan penataan PKL di Kota Tasikmalaya, khususnya di Kawasan Cihideung yang menjadi etalase kota, yang semakin semrawut.

"Fakta terbaru, PKL di Cihideung semakin parah. Apakah pemerintah akan membiarkan kondisi Cihideung semrawut seperti ini, atau mau seperti apa langkah goodwill dari pemerintahnya?," kata Ir. Nanang Nurjamil.

Dikatakan Nanang, kesemrawutan penataan PKL Cihideung ada pada kesalahan kebijakan awal pemerintah daerah yang sebelumnya tidak dilakukan kajian secara komprehensif.

"Awalnya, kebijakan pemerintah membagikan roda untuk PKL di Cihideung untuk kuliner, agar setelah berdagang, roda dapat ditertibkan. Tapi yang ada malah dipakai jualan baju, malah jadi roda permanen, malah nambah kumuh," tutur Nanang.

Pepmatas, ucap Nanang, memberikan solusi untuk penataan PKL Cihideung dengan mengusulkan pembangunan Gedung Eks-Pemkab Tasikmalaya menjadi Pasar Rakyat Sukapura yang dibangun dengan 7 lantai, terdiri atas lantai 1-3 parkir, lantai 4 oleh pedagang busana muslim, lantai 5 oleh pedagang kerajinan, lantai 6 oleh pedagang HP + komputer, dan lantai teratas oleh pedagang kuliner.

Bahkan, ucap Nanang, dibangunnya Pasar Rakyat Sukapura menjadi jawaban terwujudnya Jalan HZ Mustofa menuju free car way. Jadi ada desentralisasi parkir. Kelak, jalur sepanjang Jalan HZ Mustofa hingga tugu Asmaul Husna akan menjadi seperti jalur di Malioboro Yogyakarta yang dikhususkan untuk berbelanja, tanpa semrawutnya kendaraan.

"Jika Cihideung tertib, kan ke depan bisa dibangun juga Pasar Kuliner Malam (Pakulima) yang semuanya serba portable. Kami yakini Pakulima ini akan jadi destinasi wisata kuliner malam. Toh setelah berdialog, para pedagang kuliner mau kok berdagang di Pakulima," tutur Nanang.

Kuncinya, ucap Nanang, semua ada pada bagaimana goodwill pemerintah.

 

 Koropak.co.id - Kepada Dewan, Pepmatas Jeritkan Carut Marut Penataan PKL Cihideung (2)

 

 

Baca : Pepmatas Datangi Bale Kota Tasikmalaya

Nanang juga menjelaskan di sepanjang jalur Cihideung, berdasarkan hasil survey tercatat ada 205 PKL berdagang di hari biasa. Ada peningkatan saat hari raya hingga mencapai 325 PKL.

"Jumlah tersebut terdiri atas 9 persen PKL kuliner, dan 91 persen PKL non kuliner. Sedangkan Data dari Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, per tahun 2017 ada 269 PKL, dengan 53 PKL di antaranya berjualan di Cihideung," katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi menuturkan memang pada awalnya pemerintah membahas untuk adanya shelternisasi atau tendanisasi bagi PKL di Cihideung. Namun pada faktanya, yang direalisasikan adalah rodanisasi.

"Kami terus mempertanyakan rodanisasi kan harusnya mobile, pagi datang sore sudah beres, sudah steril. Tapi yang ada malah jadi statis dan bertenda, akhirnya sareukseuk," katanya.

Pemerintah, ucap Andi, berencana akan membuatkan Perda tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Diharapkan dalam Perda tersebut bisa dikolaborasikan dengan gagasan dari Pepmatas, termasuk soal Pasar Rakyat dan Pakulima.

"Di tahun 2020 ini, sense of belonging dari pemerintah akan kita tuntut agar manfaatnya dapat terasa oleh masyarakat," ujarnya.*

 

Baca pula : Miliki Antibody Kuat, PKL Diyakini Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi


 


Berita Terkait