Miris! Kota Tasikmalaya Kekurangan Tenaga Pendidik di Tingkat Sekolah Dasar

Senin, 13 Januari 2020 23:54 Erni Nur'aeni Daerah

Miris! Kota Tasikmalaya Kekurangan Tenaga Pendidik di Tingkat Sekolah Dasar


Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya melangsungkan evaluasi dan pembinaan secara marathon di tiga dinas, yakni di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya serta Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Senin (13/1/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiman Sanusi mengatakan evaluasi dan pembinaan yang dilaksanakan Walikota Tasikmalaya merupakan salah satu upaya evaluasi program yang telah dilaksanakan, dengan masalah-masalah terjadi.

"Pak Walikota ingin mengetahui hambatan yang terjadi selama ini, termasuk dalam implementasi penyerapan anggaran sebab selama ini program-program yang kita laksanakan sangat bertumpu pada alokasi anggaran," katanya.

Pada program tahun 2020, kata Budiman, Disdik Kota Tasikmalaya akan terus meningkatkan mutu pelayanan publik. Disdik juga akan senantiasa memacu peningkatan kualitas SDM guna menjaga kesiapan tatkala ada program-program yang tersinkronisasi dari pusat hingga ke daerah.

"Untuk tenaga pendidik di tingkat SD sangat kekurangan. Kita hanya punya 700 tenaga pendidik. Jumlah tersebut akan terus menyusut seiring banyaknya tenaga pendidik yang akan pensiun dan masuknya tenaga pendidik yang jumlahnya tidak seimbang," katanya.

 

Koropak.co.id - Miris! Kota Tasikmalaya Kekurangan Tenaga Pendidik di Tingkat Sekolah Dasar (1)

 

Baca : DPRD Sikapi Kekurangan Guru Agama di Kota Tasikmalaya

Memang, ucap Budiman, masalah tersebut bukan kewenangan Disdik maupun kepala daerah sebab kuota yang diberikan merupakan kewenangan pemerintah pusat, namun diharapkan dalam menentukan kuota, bisa melihat jumlah tenaga pendidik di daerah, berapa yang tersisa dan berapa yang dibutuhkan.

"Solusi lain mengoptimalkan tenaga honorer dengan pengupahan yang lebih layak," katanya.

Budiman juga menyoroti wacana Ujian Nasional tingkat SMP dan USBN untuk tingkat SD yang akan dihilangkan. Pihaknya mengaku sangat menyetujui agar tidak membebani siswa.

"Saya sangat setuju. Ujian Nasional maupun USBN bukan penilaian akhir dari panjangnya masa menempuh studi. Dihilangkannya kedua unsur tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk lebih fokus dalam mencetak SDM unggul dan maju," katanya.*

 

Baca pula : Elemen TI Pertanyakan Pungli Disdik Kota Tasikmalaya


Berita Terkait