Masih Ada Waktu Untuk Revisi Desain Pasar Pancasila

Selasa, 14 Januari 2020 08:05 Clara Aditia Parlemen

Masih Ada Waktu Untuk Revisi Desain Pasar Pancasila

 

Koropak.co.id - Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Bagas Suryono menilai desain Pasar Pancasila yang diusulkan Himpunan Pedagang Pasar Pancasila (Hippala) Tasikmalaya merupakan usulan desain yang mengakomodir semua keinginan pedagang. Dalam desain yang mereka sodorkan, setiap lantai dari bangunan pasar dapat difungsikan secara maksimal sehingga tidak ada lagi lantai yang penjualannya sepi pembeli.

Hal itu disampaikan Bagas kepada Koropak selepas kegiatan audiensi Komisi II dan III DPRD Kota Tasikmalaya bersama Hippala Tasikmalaya yang dilangsungkan di Ruang Rapat Komisi, Senin (13/1/2020).

"Aspirasi pedagang Pasar Pancasila kan dalam desainnya praktis, dan bisa bermanfaat bagi para pedagang. Kami sendiri berpesan, kelak, jangan sampai seperti pasar lain, berhubung salah desain akhirnya ada lantai yang kosong sehingga mubazir anggaran. Apalagi anggarannya besar dan langsung dikucurkan dari Pemprov Jabar dengan besaran Rp 15 milyar," kata Bagas yang juga merupakan Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kota Tasikmalaya.

Dalam audiensi tersebut, ucap Bagas, para pedagang mempresentasikan desain pasarnya, yang mereka buat sendiri dengan melakukan kajian sendiri, study banding sendiri, hingga menyiapkan konsultan sendiri.

"Memang mestinya dari awal. Tapi para pedagang mengakui untuk dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan konsultan yang disiapkan pihak Pemprov Jabar, para pedagang mengalami kesulitan. Sehingga melalui Hippala, mereka buat desain sendiri, hingga melakukan study banding ke Purwakarta, Lembang, dan Purwokerto dengan biaya sendiri. Spiritnya supaya kelak bangunan pasar bisa sesuai desain yang mereka tawarkan yang dinilai mengakomodir semua keinginan pedagang," katanya.

 

Koropak.co.id - Masih Ada Waktu Untuk Revisi Desain Pasar Pancasila (2)

 

Baca : Pasar Pancasila Akan Jadi Percontohan Pasar Berstandar SNI

Jika melihat komunikasi dengan dinas terkait, ucap Bagas, masih ada peluang untuk melakukan redesain. Jadi, desain yang ditawarkan konsultan dari Pemprov Jabar serta desain dari para pedagang dikaji ulang. Apalagi desain yang ditawarkan para pedagang sangat mengakomodir keinginan pedagang.

"Masih ada waktu walaupun mepet. Meskipun April 2020 diperkirakan pembangunan akan dimulai, namun jika memang harus mundur karena ada masa pengkajian ulang desain, lebih baik mundur, daripada memaksakan dengan desain yang ada yang tidak dapat mengakomodir keinginan pedagang, juga memberikan kenyamanan bagi pembeli," katanya.

Jika dilihat desainnya, ucap Bagas, desain dari para pedagang membuat pedagang yang ada lantai dasar dan lantai atas sama-sama hidup. Di samping itu, para pedagang mengutamakan kenyamanan pembeli dengan merumuskan pembangunan dua tangga masuk dan keluar.

"Mereka sampai memperhitungkan, jika hanya ada 1 tangga, saat terjadi hal yang tidak diinginkan tentu akan sangat sulit untuk evakuasi. Selain itu, akan terjadi pula perebutan lokasi pedagang yang strategis yang mendekati tangga yang sudah tentu akan banyak dilalui pembeli," ucapnya.*

 

Baca pula : Desain Pembangunan Dari Provinsi Tidak Akomodir Aspirasi Pedagang




Berita Terkait