Pasar Pancasila Akan Jadi Percontohan Pasar Berstandar SNI

Selasa, 14 Januari 2020 09:57 Clara Aditia Parlemen

Pasar Pancasila Akan Jadi Percontohan Pasar Berstandar SNI

 

Koropak.co.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi Gerindra, Murjani SE menuturkan program revitalisasi Pasar Pancasila dengan besaran anggaran Rp 15 milyar merupakan program Pemprov Jawa Barat untuk merevitalisasi 12 pasar di Jawa Barat, yang ada di wilayah Sumedang, Cianjur, Majalengka, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Demikian disampaikan Murjani selepas kegiatan audiensi Himpunan Pedagang Pasar Pancasila (Hippala) bersama Komisi II dan III DPRD Kota Tasikmalaya dan dinas terkait yang dilangsungkan di Ruang Rapat Komisi, Senin (13/1/2020).

"Kebetulan untuk di Tasikmalaya, kebagian di Pasar Pancasila. Dalam audiensi ini, kita semua mengetahui bahwa tujuan revitalisasi adalah untuk menciptakan pasar tradisional yang bernuansa modern, tidak kumuh, dan kian banyak diminati masyarakat untuk berbelanja di sana," katanya.

Sebelumnya, ucap Murjani, sering terdengar keluhan dari para pedagang pasar tradisional terkait adanya minimarket sehingga banyak masyarakat yang enggan berbelanja ke pasar tradisional. Namun dengan adanya revitalisasi tersebut yang menuntut dibangunnya pasar bermutu SNI, diyakini akan dapat meningkatkan minat masyarakat belanja di pasar tersebut.

"Setelah selesai dibangun, pesan kami jangan lupa dijaga, jangan sampai baru 3 bulan sudah kumuh lagi. Konsumen diyakini akan nyaman berbelanja jika pasarnya tertata, bersih, wangi dan tidak kumuh," tutur Murjani.

 

Koropak.co.id - Pasar Pancasila Akan Jadi Percontohan Pasar Berstandar SNI (2)

 

Baca : Desain Pembangunan Dari Provinsi Tidak Akomodir Aspirasi Pedagang

 

Dijelaskan Murjani, dibangunnya Pasar Pancasila dengan standar SNI, menjadi percontohan bagi pasar-pasar lainnya.

"Dalam audiensi tadi, Hippala mengeluhkan desain pasar yang disodorkan konsultan dari Pemprov Jabar yang dinilai Hippala tidak bisa mengakomodir keinginan semua pedagang pasar. Termasuk salah satunya pintu keluar masuk yang Hippala harapkan jangan cuma satu. Bagi kami, ayo kita bangun dari sisi manfaatnya. Jangan sampai bangunan megah tapi manfaat kurang," tutur Murjani.

Setelah dibangun, ucap Murjani, tentu Pasar Pancasila yang baru yang representatif akan berdampak pada meningkatnya daya dan minat beli masyarakat ke Pasar Pancasila. Hal itu akan sejalan dengan tujuan meningkatkan ekonomi para pedagang pasar.

"Nantinya akan ada suasana berbeda. Masyarakat akan merasakan kenyamanan berbelanja. Itu yang harus dijaga karena jika sudah nyaman, minat dan daya beli masyarakat akan terus berputar di Pasar Pancasila, bahkan terus meningkat. Pada akhirnya, ekonomi para pedagang pasar pun akan hidup," katanya.*

 

Baca pula : Masih Ada Waktu Untuk Revisi Desain Pasar Pancasila 


Berita Terkait